STRC Tertahan di Bawah Target, Saylor Soroti Cadangan Bitcoin Strategy Naik $48 Miliar

MicroStrategy, yang kini memakai nama Strategy, menghadapi ujian baru lewat STRC yang masih diperdagangkan jauh di bawah target $100. Instrumen preferen itu dirancang agar bergerak mendekati nilai pari, tetapi tekanan pasar justru membuat mesin pendanaan Bitcoin perusahaan ikut diuji.

Kondisi tersebut menjadi penting karena Strategy memakai STRC sebagai salah satu jalur pembiayaan untuk menambah kepemilikan Bitcoin. Saat harga STRC melemah, pasar ikut mempertanyakan seberapa tahan model pendanaan perusahaan ini hingga 2026.

Cadangan perusahaan melonjak jauh dari titik terendah 2022

Michael Saylor kembali menyoroti perubahan besar yang terjadi sejak titik terendah pada 2022. Dalam unggahan terbarunya, ia menyebut cadangan Bitcoin dan kas perusahaan kini melampaui utang sekitar $48 billion.

Pada October 2022, perusahaan itu memegang sekitar 130,000 BTC. Beberapa minggu kemudian, saat runtuhnya FTX menekan Bitcoin di bawah $16,000, Saylor mengatakan utang perusahaan sempat melebihi Bitcoin dan kas sekitar $300 million.

Ia juga mengingat bahwa saat pidatonya pada October 2022, Bitcoin diperdagangkan di dekat $20,000. Setelah itu, gambaran keuangan perusahaan berubah total karena Strategy berhasil mengumpulkan lebih dari $60 billion dan menambah kepemilikan menjadi sekitar 843,700 BTC, jumlah terbesar di antara perusahaan publik mana pun.

STRC menahan tekanan pasar

STRC atau Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock dibuat agar diperdagangkan mendekati $100. Strategy menyesuaikan dividennya setiap bulan untuk menjaga level itu tetap dekat dengan nilai pari.

Perusahaan telah menaikkan tingkat dividennya berulang kali dan kini berada di 11.5%. Namun, dokumen perusahaan menunjukkan STRC tidak dijamin oleh Bitcoin milik Strategy dan hanya memiliki klaim preferen atas aset residu, sehingga karakternya lebih mirip produk kredit daripada proksi Bitcoin.

Harga instrumen ini belum pulih sepenuhnya. STRC baru-baru ini berpindah tangan di kisaran high $80s setelah sempat jatuh di bawah lantai $100 saat aksi jual berlangsung.

Dampak pada mesin pembelian Bitcoin

Ketika Bitcoin berada di sekitar $63,700, unwind leverage dan terhentinya penerbitan baru ikut menekan harga STRC. Strategy hanya dapat menjual STRC baru pada atau di atas nilai pari, sehingga diskon yang terlalu dalam langsung mengganggu kemampuan perusahaan mengumpulkan dana.

Itulah sebabnya pasar melihat STRC bukan sekadar saham preferen biasa. Jika level par terus gagal dipertahankan, ruang Strategy untuk memakai instrumen ini dalam pembelian Bitcoin akan ikut menyempit.

Pasar masih berbeda pandangan

Sejumlah pendukung menilai gejolak ini hanya sementara. Michaël van de Poppe, pendiri MN Capital, berpendapat STRC tidak akan memutus siklus ini kecuali Bitcoin jatuh menuju $10,000, dan ia memperkirakan harga akan kembali mendekati par dalam waktu sekitar sepekan.

Pandangan lain menekankan masalah komunikasi. Crypto analyst James Van Straten mengatakan kepanikan pasar salah memahami apa itu STRC, dan ia menyoroti bahwa investor ritel memegang sekitar 80% saham tersebut menurut satu perkiraan.

Van Straten juga menilai STRC bukan stablecoin dan tidak “de-peg”. Menurutnya, masalah utama justru ada pada pesan yang disampaikan, karena tidak realistis mengharapkan “one penny of volatility” ketika aset dasarnya sendiri sangat bergejolak dan mayoritas pemegangnya adalah investor ritel.

Berita Terkait