Subaru Ascent Lawas Masih Mengalahkan Tiga EV Baru, Pasar Belum Berpaling

Author: Redaksi Android62

Pada April, Subaru mencatat sebuah hasil yang cukup kontras. Ascent yang usianya sudah mendekati satu dekade masih terjual 3.472 unit, dan angka itu melampaui gabungan penjualan tiga EV baru Subaru: Solterra, Trailseeker, dan Uncharted.

Selisihnya tidak kecil. Ascent unggul 1.419 unit atas total tiga model listrik tersebut, dan situasi ini menunjukkan bahwa model lama dengan basis pembeli yang kuat masih bisa bergerak lebih cepat daripada lini baru yang belum sepenuhnya mapan.

Ascent masih punya daya tarik yang sulit digeser

Ascent belum banyak berubah sejak mendapat facelift untuk 2023. Meski usianya mendekati satu dekade, crossover tiga baris ini tetap menemukan pembeli dalam jumlah besar, sesuatu yang biasanya lebih sulit dicapai oleh model yang sudah lama beredar.

Hasil April itu juga memberi sinyal penting bagi Subaru. Nama besar dan basis pelanggan yang sudah terbentuk tampak masih sangat berpengaruh, bahkan ketika pasar mulai bergerak ke arah elektrifikasi.

Solterra jadi ujung tombak EV Subaru

Di antara tiga model listrik Subaru, Solterra tampil paling menonjol. Penjualannya naik 18,9% meski kredit pajak federal telah dihapus, dan kenaikan itu kemungkinan ikut terdorong oleh penyegaran terbaru.

Penyegaran tersebut membawa powertrain yang diperbarui dan paket baterai yang lebih besar. Subaru juga menyebut jarak tempuh Solterra kini mencapai hingga 288 mil atau 463 km, yang tampaknya ikut membantu menarik minat pembeli.

Trailseeker dan Uncharted masih mencari pijakan

Berbeda dengan Solterra, Trailseeker dan Uncharted masih sangat baru di pasar. Keduanya baru mulai tiba di dealer bulan lalu, sehingga volume penjualannya belum cukup matang untuk dijadikan ukuran prospek jangka panjang.

Namun kehadiran dua model itu tetap memberi kontribusi terhadap rekor penjualan bulanan baru Subaru of America untuk EV. Artinya, lini listrik Subaru memang mulai membentuk volume, walau belum sanggup menandingi model konvensional yang sudah lebih dulu punya nama.

Gambaran besar Subaru belum sepenuhnya mulus

Di luar Ascent dan EV, penjualan Subaru secara keseluruhan pada April justru turun 5,9% menjadi 52.733 unit. Sejumlah model utama ikut melemah, termasuk Forester yang turun 7,7% dan Outback hasil desain ulang yang masih ditolak pasar, turun 8,3% menjadi 10.552 unit.

Impreza mencatat penurunan paling tajam di antara model besar lainnya, dengan koreksi 43,6%. Data itu memperlihatkan bahwa satu area yang kuat belum cukup untuk menahan pelemahan di lini lain.

Hanya beberapa model yang masih menanjak

Selain Solterra, hanya Crosstrek dan WRX yang mencatat pertumbuhan. Crosstrek naik 4,9% menjadi 15.667 unit, dan performanya kemungkinan ditopang oleh varian hybrid.

WRX bahkan melonjak 52,6% setelah 1.178 sedan menemukan pemilik baru. Kenaikan itu kemungkinan terkait pemangkasan harga, karena WRX Premium kini dibanderol mulai $33.995, atau $3.755 lebih murah daripada pendahulunya.

Kombinasi angka tersebut menunjukkan Subaru sedang berada di fase transisi yang rumit. Ascent masih mampu mengalahkan tiga EV baru sekaligus, tetapi data April juga memperlihatkan bahwa Subaru masih mencari titik seimbang antara model lama, penyegaran produk, dan perluasan elektrifikasi.

Source: www.carscoops.com
Berita Terbaru