Subsidi Kendaraan Listrik Akan Kembali, Motor dan Mobil Dipatok Kuota 100 Ribu Unit

Author: Redaksi Android62

Kuota insentif kendaraan listrik dipastikan masuk lagi ke pasar, dan tahap awalnya langsung menyasar dua segmen besar sekaligus. Pemerintah menyiapkan 100 ribu unit untuk motor listrik dan 100 ribu unit untuk mobil listrik, dengan pola penyaluran yang disebut-sebut tidak akan jauh berbeda dari skema lama.

Sinyal itu membuat pasar kembali menaruh perhatian pada cara diskon akan diberikan. Bukan hanya soal besaran bantuan, tetapi juga jalur distribusi yang dipakai agar program bisa segera berjalan tahun ini.

Pola lama kembali dilirik

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberi isyarat bahwa insentif kendaraan listrik akan memakai mekanisme yang sudah dikenal pelaku industri dan konsumen. Meski belum mengumumkan format final, arah kebijakannya mengacu pada skema yang pernah dipakai sebelumnya.

Untuk motor listrik, jalur yang paling mungkin kembali dipakai adalah SISAPIRa atau Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua. Platform itu dulu menjadi sarana pemerintah menyalurkan subsidi motor listrik melalui dealer dan manufaktur di dalam negeri.

Model seperti itu membuat bantuan pembelian mengalir lewat jalur yang sudah familiar. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu membangun sistem distribusi baru dari awal.

Mobil listrik kemungkinan tetap lewat dealer

Di sisi mobil listrik, skema sebelumnya berjalan melalui dealer resmi. Konsumen membeli mobil listrik di dealer, lalu harga yang dibayar langsung dipotong insentif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.

Pola tersebut juga sedang dilihat kembali sebagai salah satu opsi. Artinya, potongan harga untuk mobil listrik berpotensi kembali terasa langsung di titik pembelian, bukan lewat mekanisme yang rumit bagi konsumen.

Kuota awal dan besaran bantuan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa masing-masing segmen memperoleh kuota 100 ribu unit pada tahap awal. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah menyiapkan intervensi untuk kendaraan roda dua dan roda empat secara bersamaan.

Untuk motor listrik, besaran subsidi disebut Rp 5 juta per unit. Sementara itu, nilai bantuan untuk mobil listrik belum dijelaskan lebih lanjut dan masih menunggu pengumuman resmi dari Menteri Perindustrian bersama Menteri Koordinator Perekonomian.

Purbaya juga mengatakan pemerintah masih memindai skema yang paling efektif untuk diterapkan. Sejumlah opsi yang dilihat antara lain PPN ditanggung pemerintah dengan tingkat dukungan yang berbeda.

Perbedaan berdasarkan jenis baterai

Ada satu poin penting lain yang ikut muncul dalam pembahasan, yaitu perlakuan berbeda menurut teknologi baterai. Purbaya menegaskan skema subsidi akan dibedakan berdasarkan jenis baterai yang dipakai kendaraan listrik.

Fokus program ini tetap pada EV penuh, bukan hybrid. Kendaraan listrik dengan baterai berbasis nikel dan non-nikel disebut akan masuk dalam perlakuan yang berbeda.

Arah kebijakan itu juga terkait dengan hilirisasi industri nasional. Pemerintah ingin sumber daya mineral Indonesia, terutama nikel, memberi nilai tambah sebesar mungkin di dalam negeri.

Purbaya menjelaskan bahwa dukungan yang lebih besar untuk kendaraan listrik berbasis nikel dimaksudkan agar baterai yang dibuat dalam ekosistem itu lebih banyak terserap pasar. Dengan begitu, kebijakan insentif tidak hanya mendorong penjualan, tetapi juga mendukung industri yang terkait dengan bahan baku dalam negeri.

Pasar menunggu keputusan final

Walau insentif kendaraan listrik dipastikan berlaku tahun ini, detail pelaksanaannya masih belum diumumkan lengkap. Pemerintah menargetkan program itu mulai berjalan pada awal Juni 2026, tetapi bentuk akhirnya tetap menunggu keputusan lanjutan.

Kondisi ini membuat pasar masih menunggu kepastian soal mobil listrik, terutama mengenai besar potongan dan model penyalurannya. Pelaku industri motor listrik juga menunggu apakah SISAPIRa akan dipakai lagi sebagai saluran utama bantuan pembelian.

Untuk sementara, sinyal yang paling kuat adalah kecenderungan pemerintah mempertahankan pola yang sudah pernah berjalan. Detail teknis, pembagian kategori baterai, dan mekanisme final penyaluran masih menjadi bagian yang paling dinanti.

Source: oto.detik.com
Berita Terbaru