Suzuki Landy Hybrid 2026 Lebih Mahal Dari Toyota Noah, Mulai Rp430 Jutaan Di Jepang

Suzuki Landy Hybrid 2026 masuk pasar Jepang dengan posisi yang tidak biasa. MPV ini justru dipasarkan lebih mahal daripada Toyota Noah yang menjadi basis pengembangannya, meski keduanya berbagi banyak komponen dan Landy hanya hadir dalam pilihan hybrid.

Di Jepang, Suzuki membanderol Landy Hybrid G FWD di angka 3.845.600 yen atau sekitar Rp430 jutaan. Sementara versi AWD dijual 4.128.300 yen atau setara Rp462 jutaan, lebih tinggi daripada harga awal Toyota Noah yang dibuka dari 3.261.500 yen atau sekitar Rp365 jutaan.

Pilihan keluarga dibuat lebih fleksibel

Suzuki tidak hanya menjual Landy sebagai kembaran Toyota dengan emblem berbeda. Model ini juga disiapkan untuk kebutuhan keluarga yang lebih beragam lewat opsi tujuh penumpang dan delapan penumpang.

Konfigurasi delapan penumpang menjadi pembaruan penting karena sebelumnya Landy hanya tersedia dalam format tujuh kursi. Langkah ini membuatnya lebih relevan bagi konsumen yang membutuhkan ruang kabin lebih fleksibel.

Ubahan eksterior dibuat lebih tegas

Dari luar, Landy masih menunjukkan identitas rebadge engineering, tetapi Suzuki memberi sentuhan agar tampilannya tidak terlalu identik dengan Noah atau Voxy standar. Bagian depan mendapat bumper baru dan body kit dari varian tinggi yang membuat kesannya lebih agresif.

Grille bertingkat berukuran besar mendominasi wajah mobil ini. Identitas Suzuki juga tetap terlihat lewat emblem dan garnish berwarna bodi di bagian atas kisi-kisi.

Pilihan warna eksterior dibuat sederhana dengan tiga opsi, yaitu platinum white pearl mica, metal stream metallic, dan neutral black. Suzuki tampaknya memilih pendekatan yang ringkas untuk menjaga fokus pada karakter premium dan familier dari MPV ini.

Kabin mendapat penyegaran, tetapi belum sepenuhnya mengikuti Toyota

Perubahan di dalam kabin juga cukup terasa. Suzuki menyematkan material soft pad pada dashboard untuk memberi kesan lebih modern dan lebih rapi saat dipandang dari dalam.

Panel instrumen kini memakai layar 7 inci yang lebih besar. Namun Landy belum mengadopsi perangkat digital milik Toyota Noah, termasuk panel instrumen digital 12,3 inci serta head unit layar sentuh 8 inci dan 10,25 inci.

Suzuki bahkan menyediakan konfigurasi audioless dari pabrik. Artinya, pembeli perlu memilih sendiri sistem infotainment dan navigasi opsional dengan ukuran layar 7 hingga 9 inci.

Mesin bensin diganti penuh ke sistem hybrid

Pembaruan paling besar ada pada sektor penggerak. Suzuki menghentikan penggunaan mesin bensin 2.0 liter non-hybrid dan menggantinya sepenuhnya dengan sistem hybrid self-charging.

Sistem tersebut menggabungkan mesin 1.8-liter naturally aspirated dengan satu atau dua motor listrik. Untuk varian AWD E-Four, Suzuki juga menambahkan mode berkendara baru bernama Snow Extra.

Mode itu ditujukan untuk membantu traksi di jalan bersalju dan kondisi musim dingin yang umum di Jepang. Meski belum ada keterangan soal revisi suspensi atau sasis, Landy disebut ikut menikmati peningkatan kenyamanan berkendara dan peredaman kabin yang sudah diterapkan pada Toyota Noah terbaru.

Posisi pasar dibuat premium

Suzuki menargetkan penjualan sekitar 1.200 unit per tahun untuk Landy. Angka itu menunjukkan bahwa model ini lebih diarahkan sebagai pelengkap lini produk, bukan andalan volume besar.

Dengan harga yang berada di atas Toyota Noah, Landy menawarkan paket yang tetap menarik bagi konsumen Jepang yang menginginkan MPV premium lewat jaringan diler dan layanan Suzuki. Namun, mereka memang harus membayar lebih mahal untuk mobil yang pada dasarnya berbagi banyak komponen dengan Toyota Noah dan Voxy.

Source: www.oto.com

Berita Terkait