Takut Demam Masih Jadi Penghalang Vaksin, Menkes Soroti Lemahnya Pemahaman Manfaatnya

Author: Redaksi Android62

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai penolakan vaksin masih kuat karena banyak warga takut mengalami demam setelah imunisasi. Ia menyebut kekhawatiran terhadap efek samping ringan itu kerap membuat keluarga menunda, bahkan menolak vaksin untuk anak-anak.

Selain rasa takut, persoalan lain yang ikut menghambat adalah minimnya pemahaman tentang manfaat vaksin. Budi mengatakan sebagian masyarakat belum melihat bahwa imunisasi memiliki fungsi penting untuk melindungi dari penyakit berbahaya.

Perlindungan terhadap penyakit berat tetap jadi alasan utama

Dalam keterangannya di DPR, Budi menegaskan bahwa vaksin membantu melindungi anak dari penyakit seperti polio dan campak. Menurut dia, manfaat tersebut jauh lebih besar dibanding ketidaknyamanan ringan yang mungkin muncul setelah vaksinasi.

Ia menambahkan bahwa vaksin bukan sekadar tindakan medis rutin, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, pemerintah meminta publik tidak ikut menyebarkan anggapan bahwa vaksin tidak diperlukan.

Pemerintah ubah cara menyampaikan pesan kesehatan

Untuk menghadapi penolakan yang masih terjadi, pemerintah tengah menyiapkan strategi kampanye yang lebih efektif. Fokusnya adalah mengubah gaya komunikasi agar pesan kesehatan lebih mudah diterima masyarakat.

Budi menilai pendekatan lama yang terlalu mengandalkan presentasi, chart, atau foto sudah kurang efektif. Menurut dia, komunikasi langsung lebih kuat pengaruhnya karena masyarakat lebih antusias saat mendapat penjelasan secara personal.

“Style-nya beda ya, kalau dulu kan pakai presentasi chart, apa, foto, sekarang kayaknya harus ngomong sendiri ya,” ujar Budi. Ia juga menilai konferensi pers tidak selalu menjadi metode yang paling diterima publik dalam isu kesehatan.

Edukasi dinilai menjadi kunci menghadapi antivaksin

Pernyataan Budi menunjukkan bahwa tantangan vaksinasi tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga dengan cara pesan disampaikan. Ketika rasa takut terhadap demam masih dominan, edukasi yang jelas dan sederhana menjadi penting untuk meluruskan persepsi.

Di sisi lain, penekanan pada manfaat vaksin bagi perlindungan anak menjadi pesan utama yang terus ditekankan pemerintah. Dengan komunikasi yang lebih langsung dan mudah dipahami, pemerintah berharap semakin banyak warga melihat vaksin sebagai perlindungan, bukan ancaman.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru