Talenta Muda Jadi Kunci Pertahanan Siber, ITSEC Asia Dukung Remaja 14 Tahun Subang

Author: Redaksi Android62

Dukungan ITSEC Asia kepada Firoos Ghathfaan Ramadhan menegaskan satu hal penting: penguatan pertahanan siber Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada talenta muda yang diberi ruang untuk tumbuh. Pelajar 14 tahun asal Subang itu dikenal berhasil menemukan kerentanan keamanan pada platform digital berskala global.

Melalui Cyber Talent Indonesia Scholarship Program, ITSEC Asia memberikan dukungan perangkat kerja untuk menunjang riset Firoos. Bantuan ini ditujukan agar kemampuan teknisnya dapat terus berkembang seiring kebutuhan dunia keamanan digital yang semakin kompleks.

Langkah tersebut memperlihatkan arah strategi yang lebih luas dari perusahaan. ITSEC Asia menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan digital nasional, bukan sekadar mengandalkan solusi teknis.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menilai tantangan di era digital tidak berhenti pada ancaman siber yang terus meningkat. Menurut dia, kesiapan talenta masih menjadi persoalan besar yang harus dibangun lewat ekosistem yang tepat.

“Banyak yang berbicara tentang ancaman siber, namun belum banyak yang fokus membangun kesiapan talenta. Padahal, talenta muda Indonesia sudah mampu bersaing di tingkat global. Yang perlu diperkuat adalah ekosistem yang mendukung mereka untuk terus berkembang,” ujar Patrick.

Fokus pada pendidikan dan kompetensi digital

Komitmen itu juga terlihat lewat ITSEC Cyber & AI Academy, anak perusahaan ITSEC Asia yang bergerak menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta digital nasional. Program ini mendorong pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi agar fondasi keamanan siber Indonesia bisa tumbuh lebih kuat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga profesional keamanan siber. Serangan digital yang marak dan perkembangan AI di berbagai sektor membuat kemampuan teknis serta pemahaman keamanan menjadi semakin penting.

ITSEC Asia memandang penguatan talenta sebagai investasi jangka panjang yang nilainya sebanding dengan pengembangan teknologi. Perusahaan menilai keduanya harus berjalan bersama agar ketahanan digital nasional tidak hanya bertumpu pada sistem, tetapi juga pada manusia yang mengelolanya.

Solusi berbasis AI untuk kebutuhan bisnis dan sekolah

Selain membangun talenta, ITSEC Asia juga memperkenalkan inisiatif keamanan digital berbasis AI yang dirancang lebih adaptif. Salah satu produk yang ditampilkan adalah IntelliBroń Aman versi Enterprise dan School, yang ditujukan untuk kebutuhan perlindungan digital di sektor bisnis dan pendidikan.

Perusahaan menyebut solusi ini telah diunduh lebih dari 200 ribu kali. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat dan institusi terhadap sistem keamanan digital yang sesuai dengan tantangan saat ini.

ITSEC Asia menempatkan pengembangan AI dan keamanan siber sebagai investasi strategis bagi masa depan daya saing Indonesia. Karena itu, fokus pada teknologi dan penguatan talenta lokal diposisikan sebagai dua elemen utama dalam strategi perusahaan.

Patrick juga menyampaikan keyakinannya bahwa generasi muda akan memegang peran besar dalam perkembangan keamanan siber dan AI di Indonesia. Ia berharap semakin banyak anak muda mendapat ruang untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi bagi ketahanan digital nasional.

Berita Terbaru