Target 4.000 Gerai Di 2030, Kopi Kenangan Siapkan Rp 3,54 Triliun untuk Asia Tenggara

Author: Redaksi Android62

Kopi Kenangan menatap ekspansi besar dengan modal 200 juta dollar AS atau setara Rp 3,54 triliun. Dana itu disiapkan untuk mengejar target 4.000 gerai pada 2030 dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain kopi terbesar di Asia Tenggara.

Langkah ini datang saat perusahaan sedang berada dalam fase kinerja yang lebih kuat. Penjualan Kopi Kenangan naik 70 persen secara tahunan pada kuartal I-2026 menjadi 57 juta dollar AS, setelah sepanjang 2025 membukukan laba bersih 17 juta dollar AS dan pendapatan 184 juta dollar AS.

Dorongan untuk melaju lebih jauh

Edward Tirtanata menyebut perusahaan sudah memimpin jaringan kopi di Indonesia. Per Desember 2025, Kopi Kenangan menguasai sepertiga pangsa pasar lewat 1.136 gerai domestik dan 188 gerai internasional.

Ambisi perusahaan tidak berhenti pada penambahan outlet. Edward menegaskan Kopi Kenangan ingin menjadi merek paling dominan di Asia Tenggara berdasarkan jumlah gerai, pendapatan, dan profitabilitas.

Ruang pasar masih terbuka

Arah ekspansi itu ditopang oleh perubahan perilaku konsumen kopi. Mitra Redseer Strategy Consultants, Roshan Behera, melihat penikmat kopi premium kini mencari alternatif yang tetap berkualitas tetapi lebih terjangkau.

Redseer memperkirakan pasar kopi Indonesia masih tumbuh dengan laju pertumbuhan tahunan gabungan 11 persen. Nilai pasar yang mencakup kafe, restoran, hotel, hingga gerai ritel itu tercatat 6,7 miliar dollar AS pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 12,6 miliar dollar AS pada 2030.

Porsi konsumsi kopi di luar rumah juga masih besar. Laporan tersebut memproyeksikan kontribusinya naik hingga 65 sampai 70 persen dari total konsumsi.

Mengandalkan model gerai dan kanal digital

Saat ini Kopi Kenangan beroperasi langsung di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan India. Untuk Filipina dan Australia, ekspansi dilakukan lewat waralaba dengan nama Kenangan Coffee.

Sekitar 85 persen gerai perusahaan berbentuk kios tanpa tempat duduk. Model ini membantu menjaga harga produk di kisaran Rp 20.000-an dan menempatkan posisi merek di antara pemain global dan kopi gerobakan.

Perusahaan juga memperkuat strategi yang dekat dengan konsumen harian. Saat pandemi Covid-19, Kopi Kenangan mengembangkan aplikasi digital dan memperbanyak investasi kios di area perumahan serta SPBU untuk menjaga pendapatan.

Aplikasi Kopi Kenangan kini memiliki 1,5 juta pengguna aktif setelah tumbuh dua kali lipat dalam setahun terakhir. Edward menyebut kanal digital itu menyumbang hampir setengah dari total penjualan perusahaan.

Ekspansi regional dan pendanaan

Edward menargetkan jaringan Kopi Kenangan masuk ke 10 hingga 15 negara baru sampai 2030. Ia juga menyebut perlu ada penambahan dua hingga tiga negara setiap tahun agar merek ini bisa benar-benar menjadi global.

Hingga kini, Kopi Kenangan telah menghimpun total pendanaan 234 juta dollar AS melalui lima putaran investasi. Sejumlah investor besar tercatat ikut masuk, termasuk Arrive milik Jay-Z dan Serena Ventures milik Serena Williams, serta Peak XV Partners, GIC Singapura, Horizons Ventures milik Solina Chau, dan B Capital yang didirikan Eduardo Saverin.

Meski ekspansif, Edward menegaskan rencana ke depan akan dibiayai dari arus kas internal tanpa mencari investor baru. Untuk penawaran umum perdana atau IPO, perusahaan belum menetapkan jadwal pasti, meski tata kelola disebut sudah siap terutama di Indonesia.

Di kawasan regional, Kopi Kenangan akan berhadapan dengan Cafe Amazon dari Thailand, Zus Coffee dari Malaysia, Highlands Coffee dari Vietnam, dan Compose Coffee dari Korea Selatan. Edward menilai persaingan itu justru membuka peluang yang lebih besar bagi pemain yang mampu bergerak cepat dan efisien.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru