Tas darurat untuk pria saat banjir sebaiknya tidak diisi asal. Ada beberapa barang yang jauh lebih penting karena bisa membantu bertahan, bergerak cepat, dan mengurangi risiko saat akses bantuan belum datang.
Pilihan paling aman adalah menyiapkan perlengkapan yang langsung menjawab kebutuhan dasar di 72 jam pertama. Pada fase ini, kondisi keluarga biasanya paling rentan karena air bisa naik cepat, listrik padam, dan jalur bantuan belum tentu terbuka.
Dokumen dan data medis harus masuk paling awal
Dokumen penting perlu ditempatkan di wadah kedap air sejak awal, bukan saat banjir sudah mendekat. KTP, Kartu Keluarga, SIM, paspor, polis asuransi, dan sertifikat tanah termasuk dokumen yang sulit diganti cepat ketika situasi darurat.
Penerbitan ulang KTP saja disebut memerlukan rata-rata 14 hari kerja berdasarkan Permendagri Nomor 76 Tahun 2020. Karena itu, dokumen sebaiknya dimasukkan ke plastik zipper kedap udara lalu disimpan di tas anti-air sebelum musim banjir datang.
Catatan medis keluarga juga penting untuk ikut disiapkan. Golongan darah, riwayat penyakit kronis, dan daftar obat rutin dapat membantu tenaga medis memahami kondisi pasien lebih cepat di posko pengungsian.
Air bersih perlu disimpan lebih banyak dari kebutuhan harian biasa
Kebutuhan air minum orang dewasa umumnya sekitar dua hingga tiga liter per hari dalam kondisi normal. Saat bencana, kebutuhan itu bisa meningkat karena stres fisik dan psikologis, sementara sumber air bersih justru sulit didapat.
Air PAM bisa berhenti mengalir, sumur bisa terendam, dan air kemasan di pasaran bisa cepat habis setelah banjir terjadi. Karena itu, cadangan air tidak boleh dianggap pelengkap.
Setidaknya enam botol air mineral 1,5 liter per orang disarankan masuk ke tas darurat. Selain itu, tablet purifikasi seperti Aquatabs juga berguna karena mengandung NaDCC atau natrium dikloroisosianurat yang mampu membunuh bakteri Escherichia coli, Salmonella typhi, hingga virus hepatitis A dalam satu liter air tercemar hanya dalam 30 menit.
Isi P3K perlu disesuaikan dengan ancaman banjir
Kotak P3K biasa belum tentu cukup untuk situasi banjir. Selain perban, kasa steril, plester, antiseptik, obat penurun demam, dan obat alergi, oralit juga perlu disiapkan untuk membantu menangani dehidrasi akibat diare.
Diare termasuk salah satu penyakit yang paling sering mewabah pascabanjir. Krim antijamur juga penting karena kulit yang lama terendam air kotor rentan mengalami infeksi dermatofit.
Masker N95 lebih disarankan dibanding masker bedah biasa dalam kondisi ini. Air banjir bisa membawa gas hidrogen sulfida dari saluran pembuangan, sementara sarung tangan lateks sekali pakai membantu melindungi tangan saat membersihkan luka atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi.
Penerangan dan informasi harus tetap tersedia saat listrik padam
Pemadaman listrik hampir selalu menyertai banjir skala menengah ke atas. Saat rumah gelap dan sebagian area terendam, risiko kecelakaan sekunder ikut meningkat, terutama ketika harus memindahkan barang atau mengevakuasi anak.
Headlamp lebih praktis daripada senter genggam karena kedua tangan tetap bebas. Pilih yang memiliki ketahanan air minimal IPX4 dan daya tahan baterai minimal 50 jam pada mode redup.
Radio portabel berbasis baterai atau engkol tangan juga perlu masuk tas. Ketika jaringan seluler lumpuh, radio tetap bisa menerima informasi evakuasi dan kondisi lapangan dari RRI secara real-time tanpa internet.
Alat serbaguna bisa sangat membantu saat situasi mendesak
Multitool memberi banyak fungsi dalam satu alat dan efisien untuk tas darurat. Leatherman Wave+ menjadi salah satu acuan karena dibekali pisau lipat, tang, gunting, obeng, pembuka kaleng, hingga gergaji kawat dalam bodi baja tahan karat 420HC dengan bobot 247 gram.
Alat seperti ini bisa dipakai untuk memotong tali, membuka makanan kaleng, atau memperbaiki perlengkapan evakuasi secara darurat. Agar tetap siap pakai, simpan di kantong terluar tas supaya mudah diambil dalam hitungan detik, lalu rawat mata pisaunya dengan diasah setiap tiga bulan sekali.
Di tengah kondisi banjir yang sering datang lebih cepat daripada bantuan, tas darurat yang sudah berisi lima kebutuhan utama itu memberi ruang gerak yang lebih aman. Langkah sederhana sebelum air naik sering kali menentukan seberapa siap seseorang menghadapi jam-jam pertama yang paling rawan.
Source: www.idntimes.com






