Bagi sebagian pembeli, tas mewah kini tidak lagi berhenti sebagai pelengkap tampilan. Di pasar sekunder, sejumlah model premium justru diburu karena dianggap lebih mampu menjaga nilai dalam jangka panjang.
Perhatian pada tas branded juga makin kuat karena pasar global terus membesar. BCA Prioritas mengutip Handbag Market Report yang memperkirakan nilai pasar handbag global, termasuk tas mewah, mencapai USD71,17 miliar pada 2026, atau naik 5,9 persen dari tahun sebelumnya.
Pasar preloved ikut menguat
Pergerakan di kanal secondhand menjadi salah satu alasan tas mewah semakin diperhitungkan sebagai aset alternatif. Research and Markets menyebut transaksi tas mewah preloved global mendekati USD51,36 miliar pada 2024, sehingga likuiditas bagi pemilik tas branded dinilai makin besar.
Di tengah kondisi itu, daya tarik utama tas mewah tetap bertumpu pada kombinasi desain, kelangkaan, dan reputasi merek. Banyak pembeli mencari model yang tetap relevan meski tren berganti, bukan sekadar yang sedang ramai pada satu musim tertentu.
Mengapa nilainya dianggap tahan lama
Tas mewah sering dinilai tahan nilai karena merek yang kuat biasanya punya permintaan yang stabil di pasar sekunder. Desain yang tidak cepat usang juga membantu sebuah model tetap dicari, bahkan saat koleksi baru terus bermunculan.
Kalangan high net worth individual masih aktif membeli tas mewah dengan pertimbangan yang lebih luas dari penampilan. Dalam konteks ini, tas branded kerap diperlakukan sebagai aset alternatif yang berpotensi terjaga nilainya dan bahkan naik di kemudian hari.
Tujuh model yang menonjol
Salah satu model yang disorot adalah Bottega Veneta Andiamo, yang dibanderol mulai USD5.700. Tas ini dikenal lewat desain intrecciato yang ikonik dan material suede berkualitas tinggi, sehingga tampil mewah sekaligus terasa tahan lama untuk pemakaian harian.
Celine Classique Triomphe juga masuk daftar dengan harga mulai USD4.150. Pendekatan minimalis, logo Triomphe, kulit premium, dan desain timeless membuat model ini mudah tetap relevan lintas tren.
The Row Margaux berada pada harga mulai USD5.359. Tas ini menonjol lewat desain yang bersih, struktur klasik, dan ruang yang cukup, sehingga menawarkan nilai pakai tanpa meninggalkan kesan mewah.
Hermès Barenia Faubourg Birkin 30 dibanderol mulai USD32.500. Model ini menggunakan Barenia leather yang halus serta tahan lama, sementara Birkin sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu tas paling dicari di kalangan pencinta fesyen.
Chanel Classic Flap Bag mulai dari USD10.800 dan tetap diminati karena nilai jual kembalinya yang menjanjikan. Tekstur quilted serta aksen rantai emas membuat identitas klasiknya mudah dikenali dan sulit tergeser waktu.
Prada Galleria Large Leather Bag ditawarkan mulai USD6.000. Ukurannya yang besar membuatnya fungsional untuk kebutuhan harian, sementara kulit berkualitas tinggi menjaga kesan mewahnya.
Gucci Small Jackie 1961 dihargai mulai USD3.950. Siluet ramping yang ikonik, ditambah perpaduan desain klasik dan sentuhan modern, membantu model ini tetap menarik di pasar yang mencari tas timeless.
Apa yang dicari pembeli di pasar sekunder
Nilai jual kembali tas mewah umumnya paling kuat ketika merek, desain, dan permintaan pasar berjalan seimbang. Kelangkaan juga punya pengaruh besar karena model yang sulit didapat biasanya lebih menarik di pasar sekunder.
Kondisi fisik ikut menentukan minat pembeli preloved, begitu juga material dan detail pengerjaan. Tas dengan bahan premium dan identitas desain yang kuat cenderung lebih mudah mempertahankan nilainya saat berpindah tangan.
Source: www.medcom.id






