Tecno dan Angélica Dass Bikin Kamera Ponsel Lebih Jujur, 100 Potret Ini Bawa Kisah Manusia

Author: Redaksi Android62

Tecno kembali mendorong kamera ponsel ke arah yang lebih serius lewat proyek “100 Portraits of Becoming”. Inisiatif ini menargetkan 100 orang di lima negara selama dua tahun, dengan fokus pada representasi warna kulit dan pengakuan identitas manusia di depan lensa.

Program tersebut digarap bersama seniman visual asal Brasil, Angélica Dass. Semua potret diambil menggunakan Tecno Camon 50 Ultra, perangkat yang memakai teknologi Universal Tone untuk menangkap warna kulit secara lebih akurat.

Potret yang tidak berhenti pada wajah

Proyek ini dimulai pada 6 Juli di Nairobi, Kenya, dengan sesi pemotretan perdana yang menampilkan para wirausaha lokal, kreator, dan inovator. Para peserta dipotret dengan pakaian mereka sendiri, memakai cahaya alami, dan tanpa filter agar hasilnya tetap terasa apa adanya.

Pendekatan itu menegaskan bahwa tujuan proyek ini bukan hanya menghasilkan gambar yang akurat secara teknis. Tecno dan Dass juga ingin menunjukkan bahwa teknologi visual bisa membantu seseorang merasa benar-benar dilihat, bukan sekadar direkam.

Selain foto, Dass akan merekam kisah pribadi para peserta. Ia ingin menampilkan bagaimana mereka tumbuh, menghadapi perubahan budaya dan sosial, lalu membentuk diri mereka saat ini.

Menurut Angélica Dass, praktik potretnya selama ini bukan terutama untuk mendokumentasikan penampilan. Ia melihat kolaborasi ini sebagai ruang bagi orang untuk hadir melampaui asumsi yang kerap dilekatkan pada mereka.

Dass juga menilai proyek ini tidak bertujuan mendefinisikan orang. Baginya, identitas harus tetap terbuka, berlapis, dan manusiawi, karena terlihat belum tentu berarti dipahami.

Kelanjutan dari misi Universal Tone

Inisiatif ini juga memperlihatkan arah pengembangan imaging Tecno yang sudah dibangun sejak sebelumnya. Pada 2023, perusahaan memperkenalkan Universal Tone sebagai teknologi untuk menangkap warna kulit setiap orang secara lebih akurat.

Setahun kemudian, Tecno melanjutkannya lewat kampanye #ToneProud untuk melawan bias warna kulit pada kamera ponsel. Perusahaan itu kemudian memperluas kartu warna multi-skin tone milik Universal Tone menjadi 372 patch warna kulit.

General Manager Tecno, Jack Guo, mengatakan proyek ini ingin melampaui representasi sebagai akurasi teknis semata. Menurut dia, representasi juga harus dipahami sebagai bentuk pengakuan yang membantu orang merasa benar-benar terlihat.

Guo menambahkan bahwa upaya melampaui bias, label, dan stereotip diharapkan dapat membangun masa depan di mana teknologi memantulkan manusia secara lebih autentik. Ia menyebut representasi yang jujur sebagai fondasi untuk pemahaman antarmanusia yang lebih nyata.

Lima negara, seratus kisah

Setelah Nairobi, Angélica Dass dijadwalkan berada di Manila, Filipina, pada 16 hingga 22 Agustus. Tiga lokasi berikutnya adalah Arab Saudi, Türkiye, dan Brasil, meski tanggal untuk masing-masing negara masih akan diumumkan.

Hasil potret dari program ini akan dipublikasikan melalui situs web inisiatif tersebut. Dengan begitu, audiens tidak hanya melihat wajah para peserta, tetapi juga mengikuti cerita personal yang menyertai tiap potret.

Format itu membuat proyek ini bergerak di dua jalur sekaligus. Di satu sisi, ia menjadi demonstrasi kemampuan kamera Tecno, sementara di sisi lain ia berubah menjadi arsip kisah manusia dari beragam latar sosial dan budaya.

Bagi publik yang ingin ikut serta, pendaftaran partisipasi juga sudah dibuka melalui tautan yang tersedia di halaman program. Mekanisme ini memberi ruang agar proyek tidak hanya menampilkan figur publik, tetapi juga orang-orang dengan perjalanan hidup yang relevan dengan tema “becoming”.

Lewat inisiatif tersebut, Tecno tampak ingin menempatkan kamera ponsel bukan sekadar alat dokumentasi harian. Perusahaan itu mendorong gagasan bahwa teknologi visual juga bisa menjadi medium untuk menghadirkan representasi yang lebih jujur, lebih inklusif, dan lebih dekat dengan pengalaman manusia yang nyata.

Source: www.gsmarena.com
Berita Terbaru