Persetujuan Mojtaba Khamenei atas kerangka kesepakatan dengan Amerika Serikat tidak berarti Teheran melepas semua keberatannya. Dalam surat yang dibagikan media negara pada Kamis, pemimpin tertinggi Iran itu menegaskan bahwa dirinya pada prinsipnya tetap tidak setuju dengan kesepakatan tersebut.
Sikap itu membuat lampu hijau dari Teheran terlihat sangat terbatas. Iran disebut masih menunggu pemenuhan syarat-syarat yang dicantumkan dalam surat itu, sehingga persetujuan yang diberikan belum dapat dibaca sebagai penerimaan penuh atas arah negosiasi yang diinginkan Washington.
Persetujuan yang disertai jarak politik
Khamenei menyatakan keputusan itu diambil karena rasa tanggung jawab terhadap rakyat Iran dan sekutu-sekutunya. Pada saat yang sama, ia menempatkan persetujuan tersebut sebagai langkah bersyarat, bukan sebagai perubahan sikap terhadap Amerika Serikat.
Surat itu juga menegaskan bahwa negosiasi langsung di masa depan tidak otomatis berarti Iran menerima posisi pihak lawan. Dengan bahasa yang hati-hati, Teheran menunjukkan bahwa pembicaraan masih akan dipagari oleh tuntutan yang harus dipenuhi lebih dulu.
Trump disebut bertindak karena desakan
Dalam pernyataan yang sama, Khamenei menilai Presiden Donald Trump mengambil langkah itu karena “keputusasaan”. Ungkapan tersebut memperlihatkan bahwa Teheran masih membaca manuver Washington sebagai tindakan yang lahir dari tekanan, bukan dari perubahan sikap yang mendasar.
Penilaian itu mempertegas nada keras Iran di tengah kerangka kesepakatan yang telah disetujui secara prinsip. Meski ada ruang untuk pembicaraan, jarak politik antara kedua pihak tetap dipertahankan melalui pilihan kata yang sangat berhati-hati.
Latar kepemimpinan baru di Tehran
Mojtaba Khamenei disebut berusia 56 tahun dan ditunjuk sebagai penerus ayahnya, Ali Khamenei, pada 8 Maret 2026. Penunjukan itu dilakukan setelah Ali Khamenei tewas sepekan sebelumnya dalam serangan udara AS-Israel ke Tehran.
Sejak mulai menjabat sebagai otoritas politik tertinggi di Iran, pemimpin tertinggi baru itu belum muncul di depan umum. Ketidakhadirannya memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
Ada pula laporan yang belum terkonfirmasi bahwa ia selamat dari serangan tersebut dengan luka serius dan masih menjalani perawatan medis. Klaim itu tidak dapat diverifikasi secara independen.
