Rusia dan ASEAN Percepat Kerja Sama, AI, Energi, dan Logistik Jadi Fokus Utama

Author: Redaksi Android62

Rusia dan negara-negara ASEAN kini memperluas kerja sama ke sektor yang jauh lebih praktis, mulai dari perdagangan, investasi, energi, teknologi digital, kecerdasan buatan, transportasi, hingga pertukaran budaya. Arah kemitraan itu menguat seiring forum bisnis di Kazan, Republik Tatarstan, yang menempatkan proyek nyata sebagai pusat pembahasan.

Forum Bisnis Rusia-ASEAN tersebut digelar dalam rangka peringatan 35 tahun hubungan kedua pihak. Mengusung tema “Rusia-ASEAN: Kemitraan Tanpa Batas”, pertemuan itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas ahli untuk membahas peluang kolaborasi yang lebih konkret.

Bidang yang paling disorot

Dalam pembahasan di Kazan, sejumlah sektor muncul sebagai penggerak utama kerja sama baru. Teknologi informasi, kecerdasan buatan, perdagangan internasional, ketahanan pangan, serta konektivitas transportasi dan logistik menjadi topik yang dinilai memiliki potensi besar.

Kerja sama antara Uni Ekonomi Eurasia atau EAEU dan ASEAN juga ikut masuk agenda. Fokusnya mencakup energi, infrastruktur, dan kerja sama industri yang dianggap penting untuk memperkuat hubungan ekonomi lintas kawasan.

Komitmen yang ditegaskan Rusia

Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Sekretaris Eksekutif Komite Penyelenggara KTT Rusia-ASEAN, Anton Kobyakov, menegaskan bahwa Rusia terus memperkuat hubungan dengan ASEAN. Ia menyebut kawasan itu sebagai salah satu ekonomi paling dinamis di Asia-Pasifik dan mitra penting bagi Rusia.

Menurut Kobyakov, ruang kerja sama tidak lagi terbatas pada perdagangan dan investasi. Transformasi digital, energi, dan pertukaran budaya disebut sebagai bidang yang terus diperluas agar hubungan kedua pihak makin luas dan fungsional.

Dokumen yang disiapkan untuk KTT

Dalam rangkaian KTT Rusia-ASEAN di Kazan, empat dokumen diharapkan diadopsi. Dokumen itu mencakup Deklarasi Kazan, Rencana Aksi Komprehensif untuk Mengimplementasikan Kemitraan Strategis Rusia-ASEAN untuk 2026-2030, serta dua pernyataan bersama mengenai energi dan kebudayaan.

Deklarasi Kazan akan menegaskan kembali sikap bersama Rusia dan negara-negara anggota ASEAN terhadap isu-isu internasional utama. Sementara itu, Rencana Aksi Komprehensif akan memuat langkah praktis untuk memperluas kerja sama di bidang politik dan keamanan, perdagangan dan investasi, energi, transportasi, pertanian, ekonomi digital, sains, dan teknologi.

Tokoh yang hadir dari dua kawasan

Forum Bisnis Rusia-ASEAN dihadiri sejumlah tokoh penting dari kawasan. Di antaranya Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Menteri Perdagangan Kamboja Cham Nimul, Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Vladimir Ilyichev, dan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Allan B. Gepti.

Hadir pula Presiden Kamar Dagang dan Industri Nasional Laos Oudet Souvannavong, CEO LinkAja Yogi Rizkian Bahar, Ketua EXIM Bank Malaysia Dato’ Charon Wardini Mokhzani, dan Anggota Dewan Komisi Ekonomi Eurasia Daniyar Imanaliev. Kehadiran pejabat, pelaku usaha, dan perwakilan lembaga ekonomi menunjukkan kemitraan ini bergerak ke tahap yang lebih praktis dan berorientasi pada proyek nyata.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru