Tekanan Jual Meluas Ke Hampir Semua Sektor, IHSG Terkoreksi Tajam Pada Sesi I

Tekanan jual di Bursa Efek Indonesia terlihat merata pada sesi I, dengan seluruh indeks sektoral berada di zona merah. Kondisi ini membuat IHSG tak mampu bertahan dan akhirnya turun 202 poin atau 3,08 persen ke level 6.396.

Pelemahan paling dalam justru datang dari sektor basic materials yang terkoreksi 7,26 persen. Setelah itu menyusul energi yang turun 6,47 persen, transportasi melemah 5,94 persen, serta infrastruktur yang terkoreksi 3,91 persen.

Di kelompok sektor lain, industri juga turun 3,43 persen. Sementara itu, konsumer nonprimer melemah 2,60 persen, konsumer primer turun 2,49 persen, dan properti terkoreksi 2,23 persen.

Tekanan tidak berhenti di sana karena sektor keuangan ikut melemah 1,47 persen. Adapun teknologi turun 0,65 persen dan kesehatan terkoreksi 0,43 persen, sehingga hampir seluruh kelompok saham ikut terseret.

Pergerakan IHSG sendiri sudah menunjukkan tekanan sejak awal perdagangan. Indeks sempat dibuka di 6.599 dan menyentuh level tertinggi 6.635, sebelum berbalik turun hingga level terendah 6.376.

Meski indeks bergerak melemah tajam, aktivitas perdagangan tetap tinggi. Nilai transaksi pada sesi I tercatat Rp 15,1 triliun dengan volume 27,962 miliar lembar saham dan frekuensi 1,731 juta kali.

Komposisi pergerakan saham memperlihatkan dominasi pelemahan yang cukup besar. Sebanyak 611 saham turun, sedangkan 96 saham menguat dan 107 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa tercatat Rp 11.160 triliun, menegaskan besarnya skala pelemahan yang terjadi di pasar. Tekanan jual yang meluas ini membuat kondisi perdagangan tidak hanya terpaku pada saham tertentu, tetapi menyebar ke banyak kelompok.

Pelemahan IHSG juga tercermin pada indeks acuan lain yang ikut tertekan. LQ45 turun 2,10 persen, Jakarta Islamic Index atau JII melemah 3,96 persen, Kompas100 terkoreksi 3,08 persen, dan Bisnis-27 turun 1,74 persen.

Di tengah pasar yang memerah, beberapa saham masih mampu bergerak berlawanan arah. PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 20,33 persen.

Di belakangnya ada PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang menguat 14,53 persen. PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) naik 12,00 persen, PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) bertambah 10,71 persen, dan PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) menguat 10,00 persen.

Namun pergerakan positif itu tidak cukup menahan tekanan pasar secara keseluruhan. Daftar top losers justru dipenuhi penurunan tajam, dipimpin PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) yang turun 14,97 persen.

PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) melemah 14,96 persen, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) turun 14,91 persen, PT Ciptadana Asset Management (XCLO) terkoreksi 14,89 persen, dan PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) turun 14,84 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih kuat dan belum hanya terkonsentrasi pada satu kelompok saham saja.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait