Teknologi 3D Printing Tiongkok Ini Mampu Mencetak Objek Padat dalam 0,6 Detik

Author: Redaksi Android62

Tim peneliti dari Tsinghua University di Beijing mengembangkan metode DISH, singkatan dari Digital Incoherent Synthesis of Holographic light fields, yang mampu membentuk objek padat hanya dalam 0,6 detik. Terobosan ini dianggap menonjol karena mempersingkat proses pencetakan 3D berbasis cahaya ke tingkat yang belum banyak dicapai sebelumnya.

Teknologi itu bekerja tanpa membuat resin bergerak. Sebaliknya, cahaya yang dipola diarahkan dari berbagai sudut sehingga rangkaian gambar datar saling tumpang tindih dan material cepat mengeras menjadi plastik padat.

Cara kerja DISH

Berbeda dari printer 3D volumetrik yang selama ini kerap mengandalkan wadah resin berputar, DISH memakai pendekatan lain agar hasil cetak tetap stabil. Putaran cepat pada sistem lama sering memicu gangguan pada hasil, sedangkan pada metode baru ini masalah tersebut dihindari karena resin dibiarkan diam.

Kunci utamanya ada pada digital micromirror device, chip seukuran kuku yang berisi jutaan cermin kecil. Komponen itu dapat berganti gambar sekitar 17.000 kali per detik dan menjadi pengarah utama pola cahaya ke resin.

Dengan bantuan algoritme dan sistem periskop berputar, cahaya diarahkan ke bahan dari setiap sudut. Susunan ini memungkinkan proses pembentukan objek berlangsung sangat cepat tanpa perlu mengandalkan getaran atau putaran wadah resin.

Manfaat untuk presisi dan aplikasi biologi

Minimnya getaran membuat bentuk cetakan lebih stabil dan mengurangi risiko meleset saat proses pengerasan berlangsung. Karena tidak bergantung pada bahan yang kental, DISH juga dapat memakai cairan yang lebih encer.

Faktor itu dinilai penting untuk aplikasi biologi. Tim peneliti menyebut materialnya cukup stabil untuk dicetak langsung di atas jaringan hidup, sehingga metode ini membuka peluang penggunaan yang lebih luas di bidang tersebut.

Dalam uji coba, tim juga berhasil membuat tabung yang menyerupai pembuluh darah. Selain itu, mereka mencetak miniatur dada Theodoric the Great, penguasa Italia sekitar 1.500 tahun lalu, untuk menunjukkan kemampuan detail pada fitur yang sangat tipis.

Hasil pencetakan tersebut memperlihatkan presisi tinggi, bahkan pada bagian yang lebih tipis dari sehelai rambut manusia. Pada saat yang sama, pencapaian itu menegaskan bahwa DISH tidak hanya cepat, tetapi juga cukup halus untuk model berukuran milimeter.

Makalah mengenai temuan ini diterbitkan di jurnal Nature pada Februari 2026. Para peninjau bahkan disebut menyebutnya sebagai “the fastest volumetric 3D printing ever reported”.

Temuan dari Tiongkok ini muncul di tengah persaingan cepat dalam dunia manufaktur aditif. Saat sebagian peneliti masih berupaya mencetak logam yang lebih keras dari baja, DISH memperlihatkan arah baru untuk pencetakan objek kecil yang nyaris instan.

Berita Terbaru