Teknologi Dan Harga Chery Bikin Sammy Simorangkir Berubah Pandangan Soal Mobil China

Bagi Sammy Simorangkir, yang paling mengejutkan bukan sekadar tampilan mobil China, melainkan keseriusan Chery membangun merek dan teknologi. Setelah melihat langsung kantor pusat serta fasilitas pengembangan Chery di Wuhu, pandangannya berubah tajam dan membuatnya menilai para pemain lama perlu mulai waspada.

Perubahan sikap itu datang setelah rasa skeptis yang sejak awal memang cukup kuat. Sammy mengakui dirinya sempat memandang produk buatan China dengan ragu, seperti banyak konsumen di Indonesia yang masih sering mempertanyakan kualitas barang dari negara tersebut.

Keraguan itu juga muncul saat nama Chery pertama kali ia dengar. Namun, kesan tersebut tidak bertahan lama begitu ia masuk ke pusat pengembangan pabrikan itu dan melihat sendiri bagaimana mereka bekerja membangun identitas produk.

Menurut Sammy, Chery menunjukkan keseriusan yang tidak ia duga sebelumnya. Ia menilai pabrikan tersebut terbuka memperlihatkan teknologi yang mereka miliki, sekaligus tampak sangat niat menggarap banyak lini mobil.

Pengalaman itu membuat pandangan Sammy terhadap mobil China bergeser. Ia melihat produsen dari negara tersebut bergerak agresif dan tidak menutupi kemampuan teknis yang mereka punya.

Teknologi dan pembaruan produk jadi sorotan

Dari pengamatannya, Sammy menilai ada perubahan besar dalam cara produsen China memperbarui mobil. Ia menyebut pembaruan yang dilakukan bukan sekadar mengubah bagian kecil di sisi tampilan.

Ia bahkan menyinggung bahwa merek Eropa dan Jepang patut lebih waspada. Menurutnya, selama ini konsumen kerap dimanjakan karena perubahan kecil saja kadang sudah dipasarkan sebagai model baru atau facelift.

Di sisi lain, produsen China dinilai berani memberi ubahan yang lebih menyeluruh. Sammy menyebut pendekatan mereka tidak setengah-setengah karena pembaruannya bisa langsung terasa besar dan berbeda.

Dari situ, ia menyimpulkan persaingan otomotif global akan makin ketat. Kemajuan teknologi pabrikan China, menurut dia, bisa menjadi ancaman serius bagi merek Jepang dan Eropa yang selama ini dominan.

Harga ikut membuat mobil China menarik

Selain teknologi, faktor harga juga menjadi perhatian utama Sammy. Ia menilai kombinasi inovasi dan banderol yang lebih kompetitif membuat mobil China makin sulit diabaikan oleh konsumen.

Sammy melihat daya tarik itu sangat terasa saat produk China masuk ke Indonesia. Ia menyebut harga yang bisa lebih rendah daripada produk Jepang dan Eropa menjadi salah satu alasan utama konsumen mulai melirik.

Menurut dia, kondisi tersebut juga menunjukkan perubahan citra sejumlah merek China. Mereka kini tidak lagi hanya mengandalkan harga murah, tetapi juga membawa strategi produk dan teknologi yang lebih matang.

Dalam kesempatan itu, Sammy berada di tengah sorotan terhadap Chery Group yang aktif memperkenalkan lini elektrifikasinya. Salah satu model yang menarik perhatian adalah iCar V23, SUV listrik bergaya boxy yang disebut sebagai salah satu pembelian pertama oleh Sammy.

Chery juga menampilkan ekosistem serta pengembangan produknya dalam acara tersebut. Termasuk di antaranya test drive iCar V27, yang ikut memperlihatkan fokus pabrikan asal China itu pada segmen kendaraan listrik dan teknologi baru.

Bagi Sammy, melihat langsung proses dan arah pengembangan Chery memberi gambaran yang jauh berbeda dari bayangan awalnya. Pengalaman itu membuat skeptisisme terhadap mobil China terasa mudah berubah ketika kualitas, teknologi, dan strategi produk terlihat secara utuh.

Source: otomotif.kompas.com

Berita Terkait