Tencent Cloud membawa rangkaian agen kecerdasan buatan atau AI internasional ke Indonesia dengan sasaran utama pekerjaan administratif yang berulang. Sistem ini dirancang untuk mengambil alih tugas multi-tahap agar tim korporasi dapat mengalihkan perhatian ke inovasi dan keputusan taktis.
Pendekatan tersebut menempatkan agen AI pada peran yang lebih luas daripada chatbot konvensional. Agen dapat merencanakan, menjalankan, dan menyelesaikan pekerjaan sesuai alur kerja yang dibutuhkan perusahaan.
Tiga solusi untuk kebutuhan berbeda
Rangkaian yang diperkenalkan mencakup Tencent WorkBuddy, Miora, dan TokenHub. Ketiganya menyasar ruang kerja korporasi, proses kreatif visual, serta pengelolaan penggunaan model bahasa besar atau LLM.
| Solusi | Fokus Penggunaan | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Tencent WorkBuddy | Ruang kerja korporasi | Meningkatkan efisiensi kerja berbasis agen AI |
| Miora | Produksi kreatif visual | Mengotomatisasi proses produksi visual |
| TokenHub | Penggunaan LLM | Gerbang API terpusat untuk efisiensi token dan biaya |
Tencent WorkBuddy diposisikan untuk membantu otomatisasi alur kerja di lingkungan perusahaan. Fokusnya berada pada pekerjaan operasional dan administratif yang sebelumnya banyak ditangani secara manual.
Miora menyasar kebutuhan perusahaan yang menjalankan proses produksi kreatif visual. Tencent Cloud memasukkannya dalam rangkaian agen AI untuk mengotomatisasi bagian dari proses kerja kreatif tersebut.
Di sisi lain, TokenHub hadir sebagai platform Model-as-a-Service atau MaaS. Platform ini berfungsi sebagai gerbang API terpusat bagi korporasi yang menggunakan beragam model bahasa besar.
Melalui TokenHub, perusahaan dapat mengoptimalkan konsumsi token sekaligus biaya penggunaan LLM. Kehadirannya menunjukkan bahwa strategi Tencent Cloud juga mencakup pengelolaan sumber daya AI, bukan hanya penyelesaian tugas otomatis.
Minat perusahaan terhadap agentic AI
Penerapan solusi ini berlangsung ketika perhatian korporasi terhadap AI terus meningkat. Studi EY yang dikutip teknologi.bisnis.com mencatat 57% perusahaan menjadikan AI sebagai prioritas utama untuk tahun mendatang.
Studi yang sama menyebut 66% perusahaan berencana memperkuat fokus pada agentic AI. Angka itu menggambarkan peluang penggunaan teknologi pintar untuk otomatisasi proses kerja di Indonesia.
Vice President of Tencent Cloud sekaligus Vice President of APAC Tencent Cloud International, Jimmy Chen, mengatakan perusahaan ingin mendukung modernisasi bisnis Indonesia dalam jangka panjang. Tencent Cloud juga menargetkan kemitraan dengan lebih banyak perusahaan lokal yang ingin mengadopsi AI dan berekspansi secara global dari Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam jangka panjang dan berharap dapat bermitra dengan lebih banyak perusahaan di sini dalam melakukan modernisasi, mengadopsi AI dengan percaya diri, serta berekspansi secara global dari Indonesia,” kata Jimmy pada Selasa (14/7/2026). Pernyataan itu menegaskan arah Tencent Cloud untuk memperluas pemanfaatan AI di pasar korporasi Indonesia.
Rangkaian ini memperlihatkan pergeseran penggunaan AI di perusahaan dari sekadar percakapan berbasis chatbot menuju pelaksanaan proses kerja. Pekerjaan yang dapat direncanakan, dijalankan, dan diselesaikan oleh agen AI menjadi fokus penerapan teknologi tersebut.
Source: teknologi.bisnis.com






