Tendangan Kungfu Fadly Alberto Memicu Desakan Sanksi PSSI, Bayang-Bayang Gol Ke Honduras Terkikis

Author: Redaksi Android62

Aksi Fadly Alberto Hengga di lapangan kini membuat namanya berada di bawah sorotan tajam. Pemain muda Bhayangkara FC U-20 itu terekam melakukan tendangan keras ke arah lawan dalam laga Elite Pro Academy, dan insiden tersebut langsung memicu gelombang kecaman dari publik sepak bola.

Videonya cepat menyebar di media sosial dan membuat banyak pihak menilai tindakan itu berbahaya. Di tengah perhatian besar itu, Komdis PSSI kini ditunggu untuk mengambil langkah atas insiden yang dinilai tidak mencerminkan pembinaan pemain usia muda.

Sorotan publik berubah cepat

Reaksi keras mengalir karena banyak penonton melihat aksi itu bukan sekadar duel biasa di lapangan. Dalam rekaman yang beredar, Fadly tampak berlari lalu melayangkan tendangan ke punggung bagian atas pemain Dewa United U-20, hingga lawannya tersungkur.

Gerakan tersebut disebut nyaris mengenai kepala bagian belakang lawan. Karena terjadi di ajang pembinaan, tindakan itu dianggap melanggar nilai sportivitas dan membahayakan keselamatan pemain lain.

Dari pahlawan muda ke pusat kritik

Nama Fadly sebenarnya sempat mendapat tempat khusus di mata pecinta sepak bola nasional. Penyerang muda asal Timika, Papua, itu pernah tampil menonjol bersama Timnas Indonesia U-17 dan menjadi salah satu talenta yang paling diperhatikan.

Momen paling dikenang datang saat ia mencetak gol ke gawang Honduras di Piala Dunia U-17. Gol itu ikut membantu Indonesia menang 2-1 dan meraih tiga poin pertama di turnamen tersebut.

Pencapaian itu terasa makin besar karena Indonesia berada satu grup dengan Brasil dan Zambia. Dalam konteks itu, kontribusi Fadly ikut masuk dalam catatan penting perjalanan Garuda di level usia muda.

Kekalahan yang memicu emosi pertandingan

Insiden tersebut terjadi saat Bhayangkara FC U-20 menghadapi Dewa United U-20 di Elite Pro Academy. Berdasarkan rekaman yang beredar, emosi pertandingan memuncak setelah tim tuan rumah menelan kekalahan.

Situasi itu kemudian diikuti tindakan Fadly yang menuai kecaman luas. Bagi banyak pengamat dan warganet, reaksi seperti itu tidak seharusnya muncul di kompetisi yang justru dirancang untuk membentuk kemampuan teknis dan mental calon pemain masa depan.

PSSI dan pertanyaan soal sanksi

Kasus ini membuat publik menunggu keputusan Komdis PSSI. Sejumlah warganet bahkan mendesak agar hukuman yang dijatuhkan bersifat berat, termasuk larangan bermain seumur hidup.

Desakan tersebut muncul karena sepak bola usia muda dinilai harus dijaga dari tindakan kasar. Elite Pro Academy sendiri dibangun PSSI untuk membentuk pemain yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang dalam sikap dan disiplin.

Panggilan Fadly ke pemusatan latihan intensif bersama skuad U-20 di Surabaya juga ikut menambah perhatian. Agenda itu dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 15 Maret 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju ASEAN Boys U-19 Championship dan Kualifikasi AFC U-20 Asian Cup 2027.

Kondisi itu menunjukkan bahwa jalur kariernya sebenarnya sedang bergerak ke arah positif. Namun insiden di lapangan membuat kepercayaan yang dibangun lewat prestasi ikut dipertanyakan, karena satu tindakan yang dianggap melanggar sportivitas dapat langsung mengubah pandangan publik terhadap pemain muda.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru