Terlalu Banyak Tab Dan Ekstensi Bikin Chrome MacBook Berat, Ini Cara Merapikannya Lagi

Chrome di MacBook tidak selalu harus dibiarkan terasa berat. Saat browser mulai lambat, langkah paling efektif justru sering datang dari pengaturan sederhana seperti membersihkan data, merapikan ekstensi, dan menghentikan fitur yang diam-diam menguras daya.

Masalahnya biasanya bukan satu hal tunggal. Chrome kerap terbebani oleh tab yang terlalu banyak, ekstensi yang terus aktif di latar belakang, serta proses tambahan yang berjalan tanpa disadari.

Awali dari beban yang paling mudah menumpuk

Cache, cookie, dan riwayat unduhan bisa menjadi sumber perlambatan yang sering luput diperhatikan. Data sementara ini dapat menumpuk hingga ratusan megabyte dan ikut memengaruhi penggunaan RAM serta akses situs.

Pembersihan bisa dilakukan lewat Settings, lalu Privacy and Security, kemudian Clear browsing data. Atur rentang waktu ke “All time”, pilih opsi yang diperlukan, lalu klik Clear data.

Ekstensi juga perlu disaring satu per satu

Banyak pengguna mengandalkan ekstensi untuk mempermudah kerja, tetapi setiap ekstensi yang aktif tetap berjalan meski tidak sedang digunakan. Beberapa di antaranya juga dapat menyedot CPU dan RAM dalam jumlah besar.

Pengecekan ada di menu tiga titik, lalu Extensions, kemudian Manage Extensions. Ekstensi yang jarang dipakai sebaiknya dinonaktifkan, sedangkan yang tidak diperlukan lagi lebih baik dihapus.

Chrome juga perlu diawasi dari ekstensi yang mencurigakan. Nama seperti “PDF Viewer”, “Flash Player”, atau “Crypto Miner” disebut patut diwaspadai karena bisa menjadi penyebab utama browser terasa berat.

Fitur yang tampak membantu belum tentu cocok di semua perangkat

Hardware acceleration dibuat agar Chrome memanfaatkan GPU dan memuat halaman lebih cepat. Namun di macOS, fitur ini bisa berbenturan dengan driver grafis Apple dan memicu lag, hang, atau konsumsi daya yang lebih tinggi.

Pengaturannya bisa dibuka melalui Settings, lalu System, kemudian matikan opsi “Use hardware acceleration when available”. Setelah itu Chrome perlu direlaunch agar perubahan berlaku.

Di sisi lain, Chrome juga memiliki fitur preload pages yang menebak halaman berikutnya dan memuatnya di latar belakang. Fitur ini memang bisa mempercepat browsing, tetapi juga menghabiskan bandwidth, RAM, dan CPU.

Opsi itu dapat dimatikan lewat Settings, lalu Performance di sidebar kiri. Di bagian Speed, nonaktifkan “Preload pages for faster browsing and searching”.

Pantau proses yang paling boros sumber daya

Chrome memiliki Task Manager bawaan yang fungsinya mirip Activity Monitor di macOS. Dari sini, tab, ekstensi, atau proses yang paling berat bisa terlihat lebih jelas.

Task Manager bisa dibuka lewat menu Window lalu Task Manager, atau dengan pintasan Shift + Esc. Setelah itu proses dapat diurutkan berdasarkan Memory atau CPU, lalu proses yang paling berat bisa dihentikan tanpa menutup seluruh browser.

Cara ini sangat berguna saat satu tab macet, sementara tab lain masih dibutuhkan. Pengguna tidak harus menutup semua jendela hanya karena satu proses bermasalah.

Jika masih kacau, reset bisa jadi jalan terakhir

Bila Chrome tetap lambat setelah data dibersihkan dan ekstensi dirapikan, pengaturan internal bisa saja sudah terganggu. Penyebabnya dapat berasal dari konfigurasi yang berubah, ekstensi yang korup, atau bug pembaruan.

Reset ke default pabrik tidak menghapus bookmark, history, atau password tersimpan. Namun proses ini akan mengembalikan homepage dan mesin pencari, menonaktifkan ekstensi sementara, serta menghapus izin situs seperti notifikasi, lokasi, dan kamera.

Langkah reset ada di Settings, lalu gulir ke bawah ke Reset Settings, kemudian pilih Restore settings to their original defaults. Setelah itu, ekstensi bisa diaktifkan satu per satu untuk mencari sumber masalah.

Jangan lewatkan pembaruan Chrome

Versi Chrome yang lama bisa membawa bug performa, celah keamanan, atau masalah kompatibilitas dengan macOS terbaru. Google rutin merilis pembaruan bulanan yang mencakup optimasi memori, perbaikan kompatibilitas Apple Silicon, dan patch keamanan.

Pemeriksaan versi bisa dilakukan lewat tiga titik, lalu Help, kemudian About Google Chrome. Jika ada versi baru, Chrome akan mengunduh pembaruan dan meminta Relaunch.

Di sisi sistem, pembaruan otomatis juga bisa diaktifkan lewat System Settings, lalu App Store, kemudian centang “Install app updates”. Dengan begitu, Chrome tetap mendapat perbaikan tanpa harus dicek manual terus-menerus.

Kebiasaan kecil yang ikut menentukan

Jumlah tab yang terlalu banyak tetap menjadi musuh utama performa browser. Pengguna juga bisa mempertimbangkan ekstensi seperti OneTab untuk mengompresi tab yang tidak aktif.

Mode gelap disebut dapat membantu mengurangi beban GPU pada layar OLED atau Retina. Chrome juga sebaiknya tidak dibuka saat startup, dan profil terpisah bisa dipakai untuk memisahkan kebutuhan kerja serta hiburan.

Dengan pengelolaan yang tepat, Chrome tidak harus menjadi beban di MacBook. Kombinasi pembersihan data, pengurangan ekstensi, penyesuaian fitur, serta pembaruan rutin dapat membuat browser kembali responsif tanpa mengorbankan fitur pentingnya.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer