The Changcuters Tak Pernah Beda Kostum di Panggung, Satu Lupa Langsung Diseragamkan

Author: Redaksi Android62

The Changcuters menegaskan bahwa kekompakan mereka di panggung tidak berhenti pada musik, melainkan juga tampak dari pilihan busana. Jika ada satu personel yang tertinggal seragam atau atribut, seluruh anggota akan menyesuaikan agar tetap tampil selaras.

Prinsip itu sudah lama menjadi bagian dari identitas band asal Bandung tersebut. Bassist sekaligus General Manager The Changcuters, Dipa, menyebut mereka belum pernah tampil dengan kostum yang berbeda-beda sejak band berdiri.

Seragam Jadi Komitmen yang Dijaga

Dipa menceritakan, pernah ada anggota yang lupa membawa koper menjelang tampil. Dalam situasi itu, para personel sepakat membeli pakaian baru dengan model yang sama agar ciri khas The Changcuters tetap terjaga.

“Belum. Bahkan sampai sekali waktu pernah ada yang ketinggalan (koper). Satu orang, salah satu dari kita ketinggalan, kita harus harus membeli yang seragam… Itu karena komitmen kita,” kata Dipa dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/6).

Menurut dia, seragam bukan sekadar urusan tampilan. Bagi The Changcuters, cara berpakaian yang kompak adalah bentuk disiplin bersama saat membawa nama band di depan penonton.

Detail Kecil Juga Dibuat Selaras

Vokalis Tria menjelaskan, kebiasaan saling menyesuaikan juga berlaku pada atribut kecil di panggung. Jika ada satu anggota lupa membawa aksesori tertentu, anggota lain akan ikut mengikuti agar penampilan tetap rapi.

“Ya atau sederhana saja misalnya, ‘Aduh, gua lupa enggak bawa dasi.’ Ya udah, akhirnya misalnya kalau enggak ada nemu jalan buat dapatin dasi lagi, semuanya lepas dasi gitu,” ujar Tria.

Pola itu membuat penampilan mereka tetap konsisten meski kondisi di belakang panggung tidak selalu ideal. The Changcuters memilih mencari jalan tengah bersama daripada membiarkan satu orang tampil berbeda sendiri.

Keseragaman Sudah Menjadi Identitas

Gitaris yang akrab disapa Kapten Qibil menegaskan bahwa keseragaman busana memang melekat pada cara The Changcuters tampil. Menurut dia, identitas itu tetap dijaga bahkan ketika penonton hanya mendengar suara mereka tanpa melihat visual panggung.

“Pokoknya komitmen kita selama membawa nama The Changcuters, kita keseragaman. Bahkan tanpa harus ada video, hanya suara, tetap kita keseragaman. Begitu,” tegas Qibil.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa keseragaman bagi band ini bukan sekadar pilihan gaya. Mereka menjadikannya bagian dari citra yang dipertahankan setiap kali manggung.

Cara Memilih Kostum Tampil

Qibil juga menjelaskan bahwa pemilihan kostum dilakukan dengan mempertimbangkan konsep acara dan latar panggung. Warna busana akan disesuaikan agar tidak bertabrakan dengan elemen visual di lokasi pertunjukan.

Ia menyebut rotasi warna juga ikut diperhatikan supaya penampilan tidak terasa terlalu mirip dengan panggung sebelumnya. Jika penampilan terakhir memakai baju hitam, maka pilihan berikutnya diusahakan tidak sama.

“Yang paling simpel, biasanya, saya lihat dulu background acaranya gimana. Apakah ada warna-warna tertentu di acara itu. Kayak gitu kalau misalnya bebas, bebasnya ya udah gimana mood aja ya. Sama ya rotasinya itu jangan terlalu mepet lah. Misalnya kemarin pakai baju hitam ya sekarang jangan pakai baju hitam lagi,” kata Qibil.

Dengan cara itu, The Changcuters menjaga tampilan tetap kompak sambil menyesuaikan kebutuhan visual setiap acara. Identitas panggung mereka pun tetap konsisten tanpa mengabaikan sisi teknis dan estetika pertunjukan.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru