Tiangong Panen Tomat Ceri Di Orbit, Aeroponik Jadi Kunci Hemat Air Di Luar Angkasa

Author: Redaksi Android62

Panen tomat ceri di stasiun antariksa Tiangong menunjukkan bahwa budidaya pangan segar di orbit sudah memasuki tahap yang lebih matang. Tanaman itu tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh subur hingga bisa dipetik oleh awak Shenzhou-21.

Keberhasilan tersebut menjadi penting karena kebutuhan pangan segar di ruang antariksa selalu dibatasi oleh kondisi mikrogravitasi dan ketersediaan sumber daya. Di lingkungan seperti itu, sistem tanam harus tetap stabil, hemat air, dan mampu memasok nutrisi dengan efisien.

Aeroponik yang disesuaikan untuk orbit

Awak Shenzhou-21 menanam tomat ceri dengan alat budidaya aeroponik yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China. Metode ini dirancang agar cocok dengan lingkungan antariksa yang serba terbatas.

Menurut CCTV, sistem aeroponik tersebut bekerja dengan mengubah air menjadi kabut halus. Cara ini membantu penggunaan air menjadi jauh lebih efisien, sesuatu yang sangat penting di stasiun antariksa.

Bukan hanya tomat yang tumbuh di Tiangong

Dalam area yang disebut sebagai pojok penyembuhan di Tiangong, tanaman tomat tampak tumbuh subur. Zhang Hongzhang juga memperlihatkan area itu sebagai salah satu bagian dari aktivitas budidaya yang dijalankan kru.

Tomat ceri bukan satu-satunya tanaman yang dibudidayakan di stasiun tersebut. Para astronaut juga menanam gandum, wortel, serta tanaman obat-makanan dengan teknologi aeroponik yang sama.

Uji budidaya yang lebih luas

Keberagaman tanaman yang dibudidayakan memberi gambaran bahwa eksperimen pangan di Tiangong tidak hanya berfokus pada satu komoditas. Program ini juga dipakai untuk menguji bagaimana berbagai jenis tanaman bisa bertahan dan berkembang di orbit.

Dalam konteks misi berawak, kemampuan menghasilkan pangan segar menjadi hal penting. Pasokan makanan seperti ini mendukung kehidupan jangka panjang selama kru berada di luar angkasa.

Aktivitas kru tetap padat

Di sela budidaya tanaman, kru Shenzhou-21 juga menjalankan tugas lain di stasiun. Mereka mengerjakan eksperimen ilmu fisika mikrogravitasi, penggantian sampel, serta pembersihan sisa sampel dari ruang eksperimen tanpa wadah.

Mereka juga membersihkan lensa penutup jendela pandang mekanisme aksial. Selain itu, kru melakukan inspeksi dan pemeliharaan alat agar sistem di stasiun tetap berjalan baik selama misi berlangsung.

Misi Shenzhou-21 terus berjalan

Peluncuran Shenzhou-21 dilakukan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan. Xinhua melaporkan bahwa awak misi itu juga telah menyelesaikan aktivitas ekstravehikuler pertama pada 9 Desember 2025.

Pelatihan darurat medis turut menjadi bagian dari kegiatan kru untuk membiasakan mereka dengan prosedur penyelamatan dan penerapan gaya pada kondisi mikrogravitasi. Dengan rangkaian tugas yang mencakup sains, perawatan stasiun, keselamatan, dan budidaya pangan, Tiangong kini memperlihatkan bagaimana kehidupan di orbit makin ditopang secara berkelanjutan.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru