Tiket Halim Habis Sejak Pagi, Lonjakan Penumpang Whoosh Saat Libur May Day Tembus 15 Persen

Author: Redaksi Android62

Di tengah lonjakan permintaan libur May Day, layanan Whoosh kembali menunjukkan daya tarik kuat untuk perjalanan antarkota. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mencatat jumlah penumpang naik sekitar 15 persen dibandingkan rata-rata akhir pekan normal.

Kenaikan itu terlihat paling jelas pada Jumat, 1 Mei 2026, ketika jumlah pengguna mencapai 21.900 orang. Pada hari yang sama, seluruh tiket keberangkatan dari Stasiun Halim sejak pagi hingga sore dilaporkan habis terjual.

Permintaan tinggi tidak berhenti di hari itu. KCIC melihat tren serupa terus berlanjut pada Sabtu, 2 Mei 2026, dengan pemesanan kursi yang sudah mencapai sekitar 10 ribu hingga pagi hari.

Total volume penumpang pada Sabtu itu diperkirakan kembali mendekati 22 ribu orang. Di antara seluruh rute yang tersedia, perjalanan Jakarta menuju Bandung menjadi tujuan yang paling dominan selama periode libur tersebut.

Pola ini memperlihatkan bahwa mobilitas singkat dan perjalanan wisata masih menjadi penopang utama tingginya minat terhadap Whoosh. Kondisi tersebut juga membuat jam-jam favorit menjadi sangat cepat penuh ketika libur panjang tiba.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan volume penumpang pada hari itu masih tinggi. Ia mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik dan memesan tiket lebih awal agar tidak kehabisan kursi.

Data dari Stasiun Halim menunjukkan minat penumpang sudah menyebar sejak awal hari. Situasi ini membuat calon pengguna perlu menyiapkan perjalanan lebih cermat, terutama saat pemesanan berlangsung serentak dalam jumlah besar.

Di saat arus penumpang meningkat, KCIC juga tetap menekankan aturan barang bawaan. Setiap penumpang dibatasi membawa maksimal tiga koli bagasi dengan bobot total tidak lebih dari 20 kilogram serta wajib mengikuti ketentuan dimensi yang sudah ditetapkan.

Perusahaan juga mengingatkan agar penumpang tidak membawa barang terlarang ke dalam kereta. Larangan itu mencakup barang mudah terbakar atau meledak, narkotika dan zat adiktif, senjata api dan senjata tajam tanpa izin, serta barang berbau menyengat yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Untuk membantu mobilisasi penumpang yang membawa banyak barang, layanan porter disiagakan di Stasiun Halim. Kehadiran layanan ini ditujukan agar arus pergerakan penumpang di area peron tetap tertib selama masa puncak liburan.

KCIC menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan bagasi ikut menentukan kelancaran perjalanan secara keseluruhan. Perusahaan juga berharap penumpang tetap menjaga kenyamanan bersama di tengah tingginya volume perjalanan.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut tentang jadwal dan layanan, saluran resmi KCIC masih tersedia. Layanan pelanggan dapat diakses melalui Customer Service di stasiun, pusat kontak WhatsApp, surat elektronik, dan media sosial resmi perusahaan.

Berita Terbaru