Antrean panjang, situs pemesanan yang sempat crash, dan tiket yang habis jauh sebelum jadwal tayang membuat pemutaran The Odyssey dalam format Imax 70mm berubah menjadi ajang perebutan yang luar biasa. Bagi banyak penonton, pengalaman menonton di layar terbesar kini dianggap sepadan dengan perjalanan lintas kota, bahkan lintas negara bagian.
Universal menjual tiket Imax untuk film Christopher Nolan itu setahun lebih awal, dan sebagian besar jadwal langsung habis dalam hitungan jam. Saat gelombang kedua tiket dirilis pada Juni, banyak calon penonton harus menghadapi antrean berjam-jam dan gangguan situs pemesanan.
Perburuan tiket yang mendorong orang bepergian jauh
Amber Connaghan, editor teknologi berusia 29 tahun yang tinggal di gurun California, membeli tiket lebih dari setahun lalu. Ia juga menyiapkan perjalanan tiga jam ke bioskop terdekat yang memutar film itu dalam Imax 70mm.
Connaghan bahkan menunda rencana pribadinya agar tidak berdekatan dengan jadwal tayang film tersebut. Ia menegaskan bahwa momen itu terlalu penting untuk dilewatkan setelah mengunci tiket sejak penjualan dibuka.
Hogan Shay, penasihat perangkat lunak berusia 27 tahun dari Dallas, juga bersiap menonton The Odyssey dalam Imax 70mm dua kali dalam dua minggu. Ia menyebut film itu sebagai karya terbesar tahun ini dari sutradara terbesar dalam hidup generasinya.
Terbang ke kota lain demi layar terbesar
Tim McHugh, konsultan kesehatan berusia 33 tahun dari Pittsburgh, memilih terbang ke Los Angeles untuk menonton The Odyssey di Imax 70mm di Universal City Walk. Keputusannya didorong oleh minat lama terhadap format film tersebut dan kedekatan personal dengan proyeksi film sejak masa sekolah.
McHugh pernah bekerja sebagai operator proyektor saat masih SMA, sehingga ia merasa punya ikatan langsung dengan medium film. Baginya, menyentuh dan menata film secara fisik membuat hubungan dengan bioskop terasa lebih nyata.
Fenomena serupa juga terlihat di New York City. Spencer Frey, konsultan perekrutan berusia 27 tahun dari Hoboken, New Jersey, datang langsung ke lokasi Lincoln Square saat istirahat makan siang karena situs AMC Theatres terus crash ketika penjualan dibuka pada Juni.
“It was pandemonium in there,” kata Frey. “I’ve never seen so many people packed into the lobby on a weekday, all trying to use a kiosk.”
Penjualan kacau, kursi makin langka
Conrad Rothbaum, pembuat film berusia 35 tahun di Los Angeles, menggambarkan proses pembelian tiket sebagai pengalaman yang menegangkan. Ia mengandalkan grup pesan singkat dengan teman-temannya, lalu kembali masuk ke situs setelah dua orang di antaranya menyerah.
Ia akhirnya berhasil mendapatkan tiket ketika banyak calon penonton lain sudah berhenti mencoba. Menurutnya, kegigihan kecil itu menjadi penentu di tengah situs yang terus gagal diakses.
Simon James, pengacara berusia 33 tahun di New York City, bahkan membeli 18 tiket untuk pemutaran Imax 70mm The Odyssey di AMC Lincoln Square selama tiga pekan pertama penayangan. Langkah itu menunjukkan betapa kuatnya dorongan untuk mengamankan tempat sejak awal.
Magnet Christopher Nolan di layar lebar
Variety mencatat bahwa The Odyssey diperkirakan mendominasi box office akhir pekan ini. Kesuksesan itu menambah daftar panjang prestasi Nolan, yang dalam dua dekade terakhir membangun reputasi lewat film seperti The Dark Knight, Dunkirk, dan Oppenheimer.
Bagi banyak penonton, nama Nolan sudah identik dengan tontonan besar yang dirancang untuk layar lebar. Daniel Patchen, mahasiswa media studies berusia 21 tahun di Northeastern University, mengatakan ia tertarik pada aspek teknis film-film Nolan, terutama sinematografi, tata suara, dan skala visualnya.
“I’m in awe of the technical aspects of his films — the cinematography and the sound and the largeness of everything,” kata Patchen. “So many of his movies are like puzzles. That just makes you want to rewatch them multiple times.”
Di tengah tiket yang habis lebih dulu, perjalanan antarkota, dan antrean yang tak kunjung reda, pemutaran Imax 70mm The Odyssey kini diperlakukan seperti peristiwa khusus. Banyak penonton tampak tidak hanya ingin melihat filmnya, tetapi juga memastikan mereka menjadi bagian dari pengalaman yang jumlah tempatnya sangat terbatas.
| Penonton | Lokasi Asal | Upaya untuk Menonton |
|---|---|---|
| Amber Connaghan | Gurun California | Membeli tiket lebih dari setahun lalu, menempuh tiga jam ke bioskop terdekat |
| Tim McHugh | Pittsburgh | Terbang ke Los Angeles untuk pemutaran di Universal City Walk |
| Spencer Frey | Hoboken, New Jersey | Datang langsung ke AMC Lincoln Square saat situs terus crash |
| Simon James | New York City | Membeli 18 tiket untuk tiga pekan pertama penayangan |
Bagi sejumlah penggemar, dorongan untuk mengamankan kursi bahkan muncul dari rasa takut tertinggal. Connaghan menyebut ada unsur FOMO yang membuatnya segera mengunci tiket begitu penjualan dibuka setahun lalu.
Ia mengatakan ingin melihat apa yang bisa dilakukan Nolan dengan sesuatu yang sebesar dan sespektakuler The Odyssey. Bagi penonton seperti dia, keputusan membeli tiket jauh hari bukan sekadar antisipasi, melainkan cara memastikan tempat di salah satu pemutaran paling diburu musim ini.
