TKA Jadi Patokan Utama SPMB Jatim 2026, Jalur Domisili Dibuka 11 Juni

Author: Redaksi Android62

Nilai Tes Kemampuan Akademik atau TKA kini menjadi komponen yang menentukan dalam seleksi SPMB Jatim 2026 untuk jenjang SMA dan SMK. Di bawah skema baru ini, penilaian tidak lagi bertumpu pada asal sekolah, melainkan pada capaian akademik yang diukur lewat gabungan nilai rapor dan hasil TKA.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa nilai TKA dipakai sebagai indikator utama di semua jalur pendaftaran. Ini menjadi penerapan pertama yang dilakukan secara menyeluruh dalam sistem penerimaan murid baru di Jawa Timur.

Dalam skema seleksi tahun ini, nilai akademik dihitung dari rata-rata rapor sebesar 60 persen dan hasil TKA sebesar 40 persen. Pemerintah daerah juga menghapus bobot indeks sekolah pada seluruh jalur seleksi agar penilaian lebih merata.

Calon peserta didik baru wajib melampirkan Sertifikat Hasil TKA atau SHTKA saat mengambil PIN pendaftaran. Materi TKA mencakup Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris.

Jalur domisili dibuka lebih awal

Tahap awal pendaftaran SPMB Jatim 2026 dimulai dari jalur domisili yang dibuka pada 11 Juni. Untuk SMA, jalur ini memiliki kuota 35 persen dan berlangsung pada 11–15 Juni 2026.

Untuk SMK, jalur domisili dibuka pada waktu yang sama dengan kuota 10 persen. Setelah itu, seleksi berlanjut ke jalur prestasi akademik yang tetap memegang peran penting dalam penerimaan murid baru.

Kuota prestasi akademik untuk SMA tercatat 25 persen. Pada SMK, kuota jalur prestasi akademik jauh lebih besar, yaitu 65 persen, dengan pelaksanaan mengikuti tahapan yang sudah ditetapkan.

Ruang lebih luas untuk calon murid SMK

Calon murid SMK mendapat keleluasaan lebih besar saat memilih jurusan atau konsentrasi keahlian. Mereka diperbolehkan memilih hingga tiga opsi keahlian, baik di sekolah yang sama maupun di sekolah berbeda di luar rayon asal.

Skema ini dibuat agar pilihan siswa bisa disesuaikan dengan minat dan kemampuan akademik masing-masing. Pada tahap akhir, hasil seleksi tetap mempertimbangkan prioritas antara nilai kemampuan akademik dan jarak rumah ke sekolah tujuan.

Aries Agung Paewai menyebut seluruh perubahan ini tetap mengedepankan prinsip inklusif dan berkeadilan. Masyarakat juga diminta mencermati setiap persyaratan agar proses pendaftaran berjalan lancar tanpa kendala administratif.

Source: inikata.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru