TNI Tak Lagi Disangka Pelaku, Ayah Nalince Wamang Cabut Tuduhan Soal Penembakan

Keluarga almarhumah Nalince Wamang kini menegaskan bahwa nama TNI tidak lagi diseret sebagai pelaku penembakan yang menewaskan putrinya di Camp Wini MP.69, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Sikap itu muncul setelah ayah kandungnya, Pendeta Anton Wamang, meluruskan kembali pernyataan yang sebelumnya sempat memunculkan tudingan terhadap oknum TNI.

Anton menyampaikan klarifikasi itu melalui rekaman video kepada awak media di Timika. Ia meminta publik tidak menjadikan ucapan yang keluar saat dirinya masih diliputi duka mendalam sebagai kesimpulan akhir, karena saat itu ia belum berada dalam kondisi yang tenang untuk memeriksa seluruh informasi.

Koreksi atas pernyataan yang lahir dari duka

Dalam penjelasannya, Anton mengakui bahwa kehilangan anak tercinta membuat emosinya sangat terpukul. Ia menyebut pernyataan awal yang sempat disampaikan kepada media muncul ketika dirinya masih sangat sedih, sehingga belum bisa dianggap sebagai dasar yang terverifikasi.

Ia juga mengatakan ada pengaruh dari pihak-pihak tertentu saat dirinya masih berada dalam kondisi emosional. Karena itu, ia memilih menarik kembali ucapan sebelumnya agar tidak memicu salah paham di tengah masyarakat.

Setelah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian, Anton menegaskan bahwa pelaku penembakan belum dapat dipastikan. Menurut dia, penyelidikan tetap harus menjadi pegangan utama sebelum ada kesimpulan yang benar-benar sahih.

TNI tidak lagi disebut sebagai pelaku

Perubahan sikap Anton menjadi poin penting dalam kasus ini. Jika sebelumnya nama oknum TNI sempat disebut, kini ia secara tegas mencabut tudingan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang pernah keluar.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin dugaan yang belum terbukti berkembang menjadi seolah-olah fakta di ruang publik. Anton juga menekankan bahwa TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian putrinya.

Bagi keluarga, langkah ini menjadi penegasan untuk memberi ruang bagi proses hukum dan proses penyelidikan yang sedang berjalan. Fokus keluarga pun bergeser ke pencarian fakta yang benar, bukan pada spekulasi yang belum diuji.

Penyelidikan masih berjalan bersama berbagai unsur

Anton menyebut kasus ini masih didalami oleh aparat TNI, Polri, pihak HAM, dan unsur lain yang terlibat. Ia menilai keterlibatan banyak pihak diperlukan agar kejadian dapat diurai secara objektif dan transparan.

Menurut dia, publik sebaiknya tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan selesai. Ia mengingatkan bahwa opini yang terbentuk terlalu cepat justru berisiko menambah kekeliruan baru dalam perkara yang masih berjalan.

Karena itu, Anton kembali menegaskan bahwa status pelaku belum dipastikan. Ia meminta semua pihak menunggu hasil resmi agar informasi yang beredar tidak menambah kegaduhan di tengah masyarakat.

Harapan keluarga agar keadilan segera ditemukan

Di tengah duka yang belum reda, keluarga Nalince Wamang tetap berharap pelaku penembakan segera terungkap. Anton mengatakan keluarga ingin keadilan ditegakkan sesuai hukum yang berlaku.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf apabila ada kesalahan dalam tutur kata maupun pernyataan yang pernah disampaikan sebelumnya. Sikap itu menandai pilihan keluarga untuk mengikuti proses hukum ketimbang memperpanjang dugaan yang belum terverifikasi.

Kasus ini kembali menunjukkan betapa sensitifnya situasi keamanan di Papua ketika informasi awal belum lengkap. Karena itu, keluarga berharap penyelidikan berjalan terbuka dan mampu mengungkap fakta sebenarnya tanpa membebani mereka lebih jauh.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait