TopStar Smart Receiver Thales, Tetap Menjaga Radio Hidup Saat GPS Dihantam Jamming

Author: Redaksi Android62

Thales memperkenalkan TopStar Smart Receiver untuk menjaga navigasi dan komunikasi tetap berjalan saat sinyal GPS diganggu jamming. Perangkat ini ditujukan bagi platform darat, drone, dan munisi yang membutuhkan posisi, navigasi, dan waktu atau PNT yang stabil di lingkungan perang elektronik.

Yang membuat perangkat ini menonjol bukan hanya kemampuan menahan gangguan, tetapi juga daya tahannya saat sinyal GNSS hilang. Jam internal berperforma tinggi di dalamnya masih dapat menjaga sinkronisasi radio taktis hingga 48 jam, jauh melampaui perangkat konvensional yang umumnya hanya bertahan sekitar 30 menit.

Ketahanan navigasi di medan yang penuh gangguan

Dalam operasi modern, sinyal satelit dan jaringan komunikasi presisi menjadi tulang punggung koordinasi. Saat sinyal melemah atau terputus, pasukan dapat kehilangan acuan posisi, sementara alur misi ikut terganggu karena data tidak lagi stabil.

TopStar Smart Receiver dirancang untuk menghadapi kondisi seperti itu dengan menggabungkan penerima GNSS dual-constellation. Sistem ini memanfaatkan sinyal dari konstelasi militer, Galileo PRS, dan GPS sipil, sehingga ketersediaan data menjadi lebih luas dan akurasinya meningkat.

Kombinasi tersebut juga memberi lapisan perlindungan terhadap spoofing. Di saat yang sama, Thales membekali perangkat ini dengan fungsi anti-jamming serta antena adaptif CRPA atau Controlled Radiation Pattern Antenna.

Perusahaan menyebut rancangan itu dapat mengurangi pengaruh jammer dan memungkinkan operasi berlangsung pada jarak yang diklaim hingga 30 kali lebih dekat dibanding penerima GPS konvensional. Bagi lingkungan yang dipenuhi gangguan elektromagnetik, kemampuan seperti ini menjadi pembeda penting.

Radio tetap tersinkron meski GNSS hilang

Fitur jam internal berperforma tinggi menjadi bagian penting dari solusi ini karena menjaga sinkronisasi radio taktis ketika GNSS tidak tersedia. Dalam situasi perang elektronik, kondisi tersebut bisa berlangsung tidak menentu, sehingga perangkat yang masih mampu mempertahankan waktu sinkron memberi nilai operasional yang besar.

Menurut Thales, kestabilan sinkronisasi radio hingga 48 jam memberi ruang lebih lama bagi komunikasi antarunit dan koordinasi lintas platform. Dalam banyak skenario, ini berarti operasi tidak langsung bergantung penuh pada sumber sinyal eksternal ketika gangguan satelit terjadi.

Kemampuan menjaga waktu juga penting karena ketepatan PNT tidak hanya memengaruhi navigasi, tetapi juga keterhubungan antar sistem. Saat jaringan komunikasi terganggu, radio yang tetap hidup membantu mempertahankan kesinambungan komando dan kendali.

Bisa dipasang di kendaraan, drone, dan munisi

TopStar Smart Receiver disebut dapat diintegrasikan ke kendaraan darat, drone, dan munisi. Bentuknya yang ringkas membuat perangkat ini diklaim sebagai salah satu solusi yang kecil dan hemat biaya untuk kebutuhan integrasi pada platform militer.

Kebutuhan itu semakin relevan karena operasi modern makin bertumpu pada sistem jaringan dan perangkat otonom. Dari kendaraan lapis baja hingga amunisi berpemandu, data posisi yang andal tetap menjadi syarat agar sistem dapat bergerak sesuai jalur dan mencapai target yang ditentukan.

Dengan pendekatan tersebut, Thales menempatkan TopStar Smart Receiver sebagai komponen pendukung untuk platform yang harus tetap bekerja walau lingkungan elektromagnetik berubah cepat. Ketahanan PNT menjadi semakin penting karena gangguan dalam perang elektronik tidak hanya menyasar satu sinyal, melainkan seluruh spektrum yang dipakai untuk deteksi, analisis, dan respons.

Diproduksi di basis industri Eropa dan siap diuji

TopStar Smart Receiver diproduksi sepenuhnya di basis industri Eropa yang berdaulat dan dirakit di fasilitas Thales di Valence, Prancis. Perusahaan juga menyampaikan bahwa solusi ini sudah tersedia untuk pengujian dalam kondisi dunia nyata.

Thales menegaskan perangkat tersebut memakai teknologi canggih untuk menyediakan data navigasi yang tangguh, kuat, dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan beberapa sumber informasi posisi dan mengurangi ketergantungan pada sinyal satelit yang rentan, perangkat ini diarahkan untuk menjaga operasi tetap berjalan di lingkungan yang penuh tekanan elektronik.

Berita Terbaru