Tottenham Hotspur kembali menelan pukulan berat setelah gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Brighton & Hove Albion di Stadion Tottenham Hotspur. Laga pekan ke-33 Premier League itu berakhir 2-2, dengan gol penyeimbang Brighton di menit ke-90+5 yang membuat tuan rumah kembali kehilangan poin di kandang sendiri.
Hasil tersebut juga memperpanjang rangkaian tanpa kemenangan Tottenham di liga sepanjang tahun 2026. Satu poin yang didapat belum cukup mengangkat posisi mereka dari zona degradasi klasemen sementara, sehingga tekanan terhadap tim tetap tinggi menjelang pertandingan berikutnya.
Brighton terus menekan sampai akhir
Pertandingan berjalan ketat dan berlangsung terbuka sejak awal. Tottenham sempat berada di atas angin setelah Pedro Porro mencetak gol pada menit ke-39, yang memberi harapan besar bagi pendukung tuan rumah.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Brighton merespons sebelum turun minum dan menyamakan skor lewat gol pada menit ke-45+3, sehingga laga kembali seimbang saat babak pertama usai.
Situasi berubah lagi pada babak kedua ketika Xavi Simons membawa Tottenham unggul. Gol itu sempat membuat Spurs terlihat berada di jalur kemenangan, terutama karena mereka bermain di hadapan pendukung sendiri.
Brighton tidak mengendurkan tekanan meski waktu terus berjalan. Upaya mereka akhirnya terbayar melalui gol Rutter pada menit ke-90+5 yang memastikan pertandingan berakhir imbang 2-2.
Kekecewaan De Zerbi terhadap mental tim
Manajer Tottenham Roberto De Zerbi menanggapi hasil itu dengan nada kecewa. Mengutip laporan ESPN, pelatih asal Italia tersebut meminta para pemainnya segera mengubah suasana hati dan tetap menjaga fokus.
De Zerbi menegaskan bahwa tim tidak boleh larut dalam rasa frustrasi setelah kehilangan kemenangan di menit akhir. Ia bahkan meminta para pemain tetap datang ke tempat latihan dengan sikap yang baik dan tidak membawa emosi negatif terlalu lama.
“Mereka harus mendengarkan saya. Saya bangga dengan penampilan mereka. Mereka harus lebih kuat, fokus hanya pada pertandingan melawan Wolverhampton dan datang ke tempat latihan pada Senin sore dengan senyum karena jika tidak, mereka akan langsung pulang,” ujarnya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa masalah yang dilihat De Zerbi bukan hanya soal skor akhir. Baginya, respons mental tim setelah pertandingan sama pentingnya dengan performa di lapangan.
Fokus langsung dialihkan ke Wolverhampton
De Zerbi menilai Tottenham masih punya modal kualitas untuk bangkit. Karena itu, perhatian skuad diminta segera beralih ke laga berikutnya melawan Wolverhampton Wanderers.
Ia percaya timnya memiliki kemampuan teknis yang cukup untuk meraih hasil positif. Meski demikian, pelatih berusia 46 tahun itu menekankan bahwa kualitas saja tidak cukup jika tidak dibarengi sikap positif saat berlatih maupun bertanding.
“Kami memiliki kualitas yang tepat untuk memenangkan pertandingan [melawan Wolves] jadi kami harus bersikap positif. Saya tidak suka orang yang menangis, yang berpikir negatif,” kata De Zerbi.
Nada tegas itu menggambarkan dorongan agar ruang ganti Tottenham tidak tenggelam dalam kekecewaan. De Zerbi ingin skuadnya tetap berenergi dan menjaga kepala tetap dingin setelah kembali gagal mengamankan tiga poin.
Pekerjaan rumah yang belum selesai
Hasil imbang melawan Brighton kembali menyoroti masalah Tottenham dalam menjaga keunggulan sampai akhir laga. Kondisi ini membuat mereka kehilangan kesempatan penting untuk memperbaiki keadaan di klasemen.
Dengan tren tanpa kemenangan yang belum terputus, Tottenham masih harus membenahi banyak aspek, termasuk ketahanan mental saat pertandingan memasuki menit-menit akhir. Tekanan pun belum akan mereda sebelum mereka mampu menunjukkan respons yang lebih meyakinkan di laga berikutnya.







