Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyerahkan 21 rumah relokasi kepada keluarga korban kebakaran Pasar ITCI di Kilometer 5, Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Penyerahan simbolis dilakukan Bupati PPU Mudyat Noor kepada warga dalam kegiatan Safari Jumat di Masjid At-Taqwa, Maridan.
Bantuan hunian itu diterima oleh 21 kepala keluarga yang terdampak kebakaran pada November 2022. Kunci rumah diserahkan secara simbolis dan disaksikan Sekretaris Daerah PPU Tohar, para asisten, staf ahli bupati, sejumlah kepala OPD, serta warga Maridan.
Relokasi untuk mengakhiri dampak kebakaran
Rumah bantuan tersebut dibangun di RT 6 Jalan Mariko, yang menghubungkan Maridan dan Riko. Proyek fisik dikerjakan oleh CV Rafa Jaya Mandiri dengan pengawasan CV Borneo Raung Desain.
Sebanyak 21 unit rumah berdiri di lokasi itu dan masing-masing dilengkapi septic tank biogas. Fasilitas sanitasi tersebut disiapkan untuk mendukung kualitas lingkungan permukiman baru.
Anggaran dan waktu pengerjaan
Pembangunan rumah relokasi ini menggunakan anggaran APBD Kabupaten PPU Tahun 2025 sebesar Rp6.962.590.000. Masa pelaksanaannya ditetapkan 150 hari kalender sejak penandatanganan kontrak pada 25 Juni 2025.
Mudyat menegaskan bahwa penyelesaian program relokasi merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat yang terdampak bencana. Ia menyebut pembangunan daerah harus dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Menurut Mudyat, kebijakan pembangunan juga harus tetap mengedepankan asas keadilan bagi seluruh masyarakat. Ia menekankan bahwa harapan warga memang perlu diperhatikan, tetapi penyelesaian persoalan lama tidak boleh memunculkan masalah baru.
Latar belakang kebakaran Pasar Maridan
Kebakaran yang terjadi di Pasar Maridan pada November 2022 menghanguskan puluhan kios serta rumah warga. Sebagian bangunan berada di atas lahan Hak Guna Usaha PT ITCI Kartika Utama, sehingga pemerintah daerah kemudian memprogramkan relokasi warga dan pasar ke lokasi baru yang dinilai lebih aman di wilayah Kelurahan Maridan.
Dalam kesempatan yang sama, Mudyat juga menyinggung perkembangan pembangunan di Kecamatan Sepaku. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan hingga penataan wilayah pascakehadiran Ibu Kota Nusantara.
Ia menambahkan, rencana penataan wilayah dan pemekaran kecamatan masih dibahas agar pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal. Pemerintah daerah akan terus melakukan penataan secara bertahap sesuai regulasi yang berlaku.
Source: mediaindonesia.com






