Tourbillon 1.775 HP Dipaksa Jinak Di Salju Swedia, Bugatti Uji ABS Hingga Drift Presisi

Author: Redaksi Android62

Bugatti Tourbillon kembali menarik perhatian, tetapi bukan karena akselerasi atau catatan kecepatan. Hypercar bertenaga 1.775 hp itu justru dipaksa beradaptasi di permukaan yang jauh lebih menantang: es, salju, dan lintasan licin di Swedia.

Pengujian dilakukan di Colmis Proving Ground, Arjeplog, di kawasan Eropa Utara, selama empat minggu. Bugatti membawa dua unit Tourbillon ke sana untuk menjalani penyetelan di suhu yang dapat turun hingga -30°C atau -22°F.

Fokus pada kendali, bukan hanya tenaga

Langkah ini menunjukkan bahwa Bugatti tidak hanya mengejar performa di lintasan kering. Bagi pabrikan, mobil harus tetap bekerja dengan sangat baik dalam berbagai cuaca dan kondisi jalan, termasuk saat grip berubah mendadak.

Karena itu, Tourbillon diuji di sejumlah permukaan yang sangat berbeda. Mobil ini harus menghadapi es mengilap, salju padat, slush, hingga aspal dalam satu rangkaian pengujian.

Sistem pengereman jadi perhatian utama

Salah satu area yang paling disorot dalam program ini adalah pengereman. Bugatti ingin memastikan rem gesek biasa dapat bekerja selaras dengan pengereman regeneratif yang dikelola lewat sistem brake-by-wire yang kompleks.

Tantangannya makin besar ketika mobil berpindah dari satu permukaan ke permukaan lain. Saat pengereman dimulai di aspal kering lalu mobil masuk ke es licin, sistem di mobil harus segera menyesuaikan respons terhadap perubahan cengkeraman.

ABS, ESC, dan mode berkendara ikut disetel

Bugatti juga mencurahkan banyak waktu untuk mengkalibrasi ABS dan ESC. Penyetelan ini penting agar Tourbillon tetap stabil ketika traksi berubah tiba-tiba di lintasan campuran.

Program musim dingin itu tidak berhenti pada rem dan stabilitas. Bugatti juga memakainya untuk mengembangkan mode Comfort, Sport, dan Track pada mobil ini.

Dalam mode Sport, mobil dibuat memiliki keseimbangan yang netral. Sementara itu, pada mode Track, torsi lebih banyak diarahkan ke poros belakang agar mobil bisa melakukan drift yang presisi dan berkelanjutan dengan kontrol throttle serta input setir yang sangat kecil.

Uji ekstrem untuk mobil yang bukan diciptakan bagi salju

Miroslav Zrncevic, chief development driver Bugatti Rimac, menegaskan bahwa hypercar memang bukan mobil yang dirancang untuk salju dan es. Namun, pengujian seperti ini tetap penting agar Tourbillon mampu bekerja sangat baik dalam semua kondisi, baik bagi pelanggan maupun tim pengembang.

Ia juga menyampaikan bahwa jika kemampuan mobil ini hanya setara dengan mobil lain, maka mobil tersebut tidak lagi terasa seperti Bugatti. Pandangan itu memperlihatkan bahwa merek ini tidak hanya mengejar tenaga besar, tetapi juga kontrol dan kemampuan beradaptasi di situasi paling sulit.

Menjelang produksi terbatas

Tourbillon sendiri hanya akan diproduksi sebanyak 250 unit. Pengiriman unit pertama dijadwalkan berlangsung nanti tahun ini, sehingga mobil tersebut sudah menarik perhatian bahkan sebelum sampai ke garasi para pembeli.

Sorotan publik terhadap model ini juga sempat datang dari sisi aftermarket, karena Tourbillon pernah tampil mencoba pelek purnajual meski mobilnya belum resmi meluncur. Kini perhatian justru tertuju pada kemampuan dasarnya, yaitu bagaimana sebuah hypercar 1.775 hp tetap bisa jinak saat dipaksa menari di atas es.

Source: www.carscoops.com
Berita Terbaru