Toyota Calya mencatat perubahan penting dalam persaingan mobil murah di Indonesia pada semester pertama 2026. Model ini terjual 17.121 unit dan unggul 2.658 unit atas Daihatsu Sigra yang membukukan 14.463 unit.
Keunggulan tersebut mengakhiri posisi Sigra yang selama ini lebih sering memimpin pasar LCGC. Selisih yang cukup lebar juga menunjukkan pertumbuhan minat terhadap Calya lebih kuat dibandingkan model kembarnya pada periode tersebut.
Data penjualan yang dimuat ridertua.com menempatkan Calya sebagai LCGC terlaris sepanjang enam bulan pertama 2026. Namun, pergeseran pemimpin ini terjadi ketika kondisi pasar LCGC secara keseluruhan justru sedang menghadapi tekanan.
Peta Penjualan Lima Model LCGC
| Model | Merek | Penjualan Semester I 2026 |
|---|---|---|
| Calya | Toyota | 17.121 unit |
| Sigra | Daihatsu | 14.463 unit |
| Brio Satya | Honda | 12.227 unit |
| Agya | Toyota | 7.312 unit |
| Ayla | Daihatsu | 4.383 unit |
Honda Brio Satya berada di posisi berikutnya dengan penjualan 12.227 unit. Model lima penumpang ini masih mencatat angka yang cukup jauh di atas Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.
Agya membukukan penjualan 7.312 unit sepanjang semester pertama 2026. Sementara itu, Ayla tercatat terjual 4.383 unit dalam periode yang sama.
Persaingan Toyota dan Daihatsu Berubah
Persaingan Toyota dan Daihatsu terlihat pada dua pasangan model yang berada dalam segmen LCGC. Toyota Calya berhasil melampaui Daihatsu Sigra, sedangkan Agya juga menjual lebih banyak unit daripada Ayla.
Perubahan pada Calya dan Sigra menjadi yang paling mencolok karena keduanya selama ini berhadapan langsung di pasar kendaraan tujuh penumpang berharga terjangkau. Calya sebelumnya kerap berada di bawah Sigra, bahkan pernah menempati peringkat ketiga setelah Brio Satya.
Di sisi lain, kekuatan Brio Satya tetap terlihat di kategori LCGC lima penumpang. Penjualan model Honda tersebut melampaui dua pesaing lain di kelompoknya, meski belum bisa mengejar perolehan Calya dan Sigra.
Pasar LCGC Tidak Lagi Seleluasa Sebelumnya
Kenaikan posisi Calya tidak serta-merta menandakan pasar LCGC sedang tumbuh kuat. Penurunan penjualan segmen ini disebut telah terlihat sejak 2024 dan berlanjut hingga Juni tahun ini.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa total penjualan LCGC akan semakin sulit kembali melampaui 100 ribu unit. Konsumen kini memiliki pilihan kendaraan terjangkau yang lebih beragam dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Alternatif yang tersedia mencakup mobil hybrid, plug-in hybrid, serta kendaraan listrik murni di rentang harga murah. Penjualan BYD Atto 1 dan Chery Tiggo Cross disebut memperlihatkan adanya minat pada kendaraan terjangkau dengan teknologi alternatif.
Produsen LCGC kini tidak hanya berhadapan dengan kompetitor lama di segmen yang sama. Mereka juga perlu mempertahankan daya tarik produk ketika pilihan mobil murah berbasis teknologi lain terus bertambah.
Model yang Tersisa Kini Hanya Lima
Pasar LCGC Indonesia saat ini hanya menyisakan lima model, yakni Calya, Sigra, Brio Satya, Agya, dan Ayla. Jumlah tersebut menyusut dari tujuh model yang pernah dipasarkan di dalam negeri.
Datsun telah keluar dari segmen ini setelah mengalami kebangkrutan. Suzuki juga menghentikan penjualan dan produksi Karimun Wagon R untuk pasar Indonesia, sementara ekspornya ke Pakistan sudah berhenti beberapa tahun lalu.
Daihatsu masih mengandalkan Daihatsu Sigra sebagai salah satu penopang penjualannya. Toyota mempertahankan Calya dan Agya, meski penjualan utamanya juga ditopang model seperti Kijang Innova dan Avanza.
Keberhasilan Calya memimpin penjualan memberi warna baru bagi persaingan LCGC. Meski demikian, pelemahan pasar memperlihatkan bahwa kemenangan satu model belum cukup menjamin kekuatan segmen ini di tengah bertambahnya opsi mobil murah.







