Di tengah pelemahan pasar LCGC pada Januari–Mei 2026, Toyota Calya menjadi satu-satunya model yang masih mampu tumbuh. Total penjualannya mencapai 13.543 unit, naik 6,6 persen dibandingkan 12.697 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Data wholesales GAIKINDO menunjukkan kondisi yang kontras di segmen mobil terjangkau ini. Hampir semua model utama justru terkoreksi, sehingga arah pasar LCGC terlihat melemah secara menyeluruh.
Mayoritas Model Turun Dua Digit
Penurunan paling dalam datang dari Daihatsu Ayla. Model ini hanya membukukan 3.610 unit, turun 38,7 persen dari 5.887 unit pada Januari–Mei 2025.
Honda Brio juga ikut tertekan cukup berat dengan total 11.742 unit, menyusut 34,6 persen dari 17.952 unit. Daihatsu Sigra turun ke 11.885 unit dari 17.287 unit, atau melemah 31,2 persen.
Toyota Agya mencatat 6.179 unit, turun 12,8 persen dari 7.087 unit pada periode yang sama tahun lalu. Di tengah penurunan serentak itu, Calya menjadi pengecualian yang paling menonjol.
| Model LCGC | Jan–Mei 2026 | Jan–Mei 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Toyota Calya | 13.543 unit | 12.697 unit | Naik 6,6 persen |
| Daihatsu Sigra | 11.885 unit | 17.287 unit | Turun 31,2 persen |
| Honda Brio | 11.742 unit | 17.952 unit | Turun 34,6 persen |
| Toyota Agya | 6.179 unit | 7.087 unit | Turun 12,8 persen |
| Daihatsu Ayla | 3.610 unit | 5.887 unit | Turun 38,7 persen |
Calya Ditopang Varian Volume Besar
Kenaikan Toyota Calya terutama didorong oleh dua varian yang menyumbang volume terbesar. Varian G MT naik dari 8.373 unit menjadi 8.828 unit, sementara G AT bertambah dari 3.547 unit menjadi 4.006 unit.
Namun, tidak semua varian bergerak naik. E MT turun dari 496 unit menjadi 453 unit, sedangkan E Std menyusut dari 281 unit menjadi 256 unit.
Pola itu menunjukkan penguatan Calya belum merata. Meski begitu, pertumbuhan di varian utama sudah cukup untuk mengangkat total penjualannya ke zona positif.
Sigra dan Brio Sama-sama Punya Titik Lemah
Daihatsu Sigra melemah hampir di seluruh varian. R MT turun dari 8.487 unit menjadi 6.130 unit, M MT turun dari 3.394 unit menjadi 1.971 unit, dan D MT jatuh dari 2.956 unit menjadi 1.368 unit.
Varian R AT juga turun dari 1.985 unit menjadi 1.238 unit, sedangkan X MT terkoreksi dari 1.104 unit menjadi 768 unit. Hanya X AT yang masih tumbuh, dari 361 unit menjadi 410 unit, atau naik 13,6 persen.
Pada Honda Brio, tekanan terbesar terlihat di Satya E MT yang merosot tajam dari 3.521 unit menjadi 208 unit. Satya E CVT juga turun dari 11.939 unit menjadi 8.732 unit.
Varian RS CVT melemah dari 1.800 unit menjadi 868 unit, sedangkan RS MT turun dari 120 unit menjadi 30 unit. Di sisi lain, Satya S MT justru melonjak dari 572 unit menjadi 1.904 unit, atau tumbuh 232,7 persen.
Agya dan Ayla Masih Tertekan
Toyota Agya mencatat kinerja yang lebih moderat dibanding beberapa rivalnya, tetapi tetap tidak lepas dari pelemahan. Varian G CVT FMC membukukan 2.224 unit, disusul G MT FMC sebanyak 2.069 unit.
Varian Stylix CVT tercatat 1.216 unit dan Mi CVT 664 unit. Sementara itu, varian GR-S turun tajam dari 60 unit menjadi 6 unit, atau menyusut 88,9 persen.
Daihatsu Ayla juga bergerak dalam tren turun di seluruh varian utamanya. X MT turun dari 1.888 unit menjadi 1.200 unit, lalu M MT menyusut dari 1.512 unit menjadi 921 unit.
R MT turun dari 799 unit menjadi 549 unit. X CVT terkoreksi dari 961 unit menjadi 540 unit, sementara R CVT turun dari 727 unit menjadi 400 unit.
Gambaran Pasar LCGC Mulai Bergeser
Jika dilihat secara keseluruhan, data Januari–Mei 2026 memperlihatkan bahwa pasar LCGC sedang berada dalam tekanan. Mayoritas model utama turun dua digit, dan hanya Toyota Calya yang mampu mempertahankan pertumbuhan total.
Meski ada beberapa varian yang masih naik, seperti Sigra X AT dan Brio Satya S MT, kenaikan itu belum cukup untuk membalikkan arah segmen ini. Pergerakan tersebut menandakan konsumen di pasar mobil terjangkau mulai memilih dengan lebih selektif pada awal 2026.
