Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong kini menangani 112 warga yang terdeteksi hidup dengan HIV/AIDS. Seluruh pasien berada dalam pengawasan medis rutin agar kondisi kesehatannya tetap terpantau dan penularan bisa ditekan.
Obat antiretroviral atau ARV disebut masih tersedia untuk mendukung pengobatan berkelanjutan. Selain terapi medis, pendampingan psikologis juga diberikan supaya para pasien tidak memikul beban stigma sendirian.
Tracing diperluas ke kelompok berisiko
Upaya penanganan tidak berhenti pada pasien yang sudah terdata. Dinkes Rejang Lebong memperluas tracing ke kelompok berisiko untuk menemukan kasus sedini mungkin dan mencegah penularan lebih lanjut.
Screening juga dilakukan pada berbagai lapisan masyarakat, termasuk populasi kunci dan ibu hamil melalui pemeriksaan rutin di puskesmas. Pemerintah daerah menilai deteksi dini menjadi salah satu kunci untuk menekan angka kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut.
Layanan konseling dan tes HIV atau VCT tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan di Rejang Lebong. Pemeriksaan itu diberikan dengan jaminan kerahasiaan identitas pasien agar warga yang berisiko tidak ragu datang memeriksakan diri.
Stigma masih menjadi hambatan
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan HIV/AIDS di Rejang Lebong adalah stigma sosial yang masih kuat. Situasi ini kerap membuat warga enggan menjalani tes secara sukarela meski memiliki risiko terpapar.
Karena itu, Dinkes bersama pemangku kepentingan terkait terus menguatkan sosialisasi tentang cara penularan HIV yang benar. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak salah paham dan tidak menjauhkan penderita dari lingkungan sosialnya.
HIV tidak menular melalui kontak sosial biasa seperti bersalaman, makan bersama, atau memakai fasilitas umum yang sama. Pemahaman yang tepat diharapkan dapat membantu masyarakat memberi dukungan moral kepada ODHA agar tetap patuh menjalani pengobatan.
Fokus layanan kesehatan dan perlindungan pasien
Penanganan 112 penderita tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah menempatkan HIV/AIDS sebagai isu kesehatan yang membutuhkan kerja berkelanjutan. Upaya medis, konseling, dan perlindungan kerahasiaan pasien berjalan bersamaan untuk menjaga kualitas hidup para penderita.
Berikut ringkasan program penanganan yang dijalankan:
| Program Penanganan | Tujuan Utama |
|---|---|
| Pemberian ARV rutin | Menekan replikasi virus dalam tubuh pasien |
| Layanan VCT gratis | Memudahkan deteksi dini secara sukarela dan rahasia |
| Sosialisasi lintas sektor | Menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA |
Dinkes juga mengimbau masyarakat menjaga perilaku pencegahan, seperti setia pada pasangan, menghindari penggunaan jarum suntik tidak steril, dan segera memeriksakan diri jika termasuk kelompok berisiko. Dengan penanganan yang konsisten dan dukungan lingkungan yang lebih terbuka, upaya menekan kasus HIV/AIDS di Rejang Lebong diharapkan terus berjalan lebih efektif.
Source: mediaindonesia.com






