Trondheim Menyimpan Jejak Viking, Lalu Berubah Jadi Pusat Teknologi Norwegia

Trondheim kini dikenal sebagai ibu kota teknologi Norwegia, dengan ekosistem yang ditopang Universitas Sains dan Teknologi Norwegia, perusahaan inkubator Siva, dan sekitar 800 perusahaan teknologi. Kota ini juga melahirkan ribuan lulusan teknik dan sains setiap tahun, yang menjaga arus inovasi tetap hidup.

Di balik citra modern itu, Trondheim membawa warisan sejarah yang jauh lebih tua. Kota ini didirikan pada 997 M oleh Raja Olav Tryggvason dan pernah menjadi pusat pemerintahan raja-raja Viking sekaligus ibu kota Norwegia hingga 1217.

Jejak pendiri kota masih sangat terasa

Olav Tryggvason dikenang sebagai pendiri Trondheim sekaligus tokoh yang membawa agama Kristen ke Norwegia. Namanya tetap menonjol di pusat kota lewat patung yang berdiri di alun-alun utama.

Nama awal Trondheim adalah Nidaros, yang diambil dari Sungai Nid. Dalam penjelasan nama itu, “oss” dimaknai sebagai muara sungai, sehingga Nidaros berarti tempat keluarnya Sungai Nid.

Setelah Olav Tryggvason gugur dalam Pertempuran Stiklestad, makamnya menjadi magnet besar di Eropa Utara. Sejak 1153, Trondheim juga menjadi pusat kedudukan Uskup Agung Nidaros untuk Norwegia.

Gereja Nidaros dan statusnya sebagai pusat ziarah

Salah satu penanda paling penting di kota ini adalah Gereja Nidaros, yang dibangun di atas situs pemakaman Santo Olav. Gereja abad pertengahan itu diklaim sebagai gereja abad pertengahan paling utara di dunia.

Pembangunannya dimulai pada 1070 dan sejak abad pertengahan telah menjadi situs ziarah penting di Eropa Utara. Tempat ini juga pernah menjadi lokasi penobatan raja-raja Norwegia, dengan Raja Haakon VII sebagai raja terakhir yang dinobatkan di sana pada 1906.

Kota pesisir dengan kondisi alam yang membentuk sejarahnya

Trondheim berdiri sebagai kota pesisir di zona Sungai Niveda yang mengalir ke Frojd Trondheim. Pada abad pertengahan, aliran sungai ini sangat ramah bagi perahu yang berlabuh.

Namun, tanah longsor pada abad ke-17 membuat navigasi kapal menjadi lebih sulit. Kondisi itu menunjukkan bahwa geografi Trondheim ikut menentukan arah perkembangan kota dari masa ke masa.

Titik tertinggi kota ini adalah bukit Storheia dengan ketinggian 565 meter di atas permukaan laut. Trondheim juga memiliki pola cahaya matahari yang khas, dengan matahari terbit biasanya sekitar pukul 3 pagi dan terbenam sangat larut, sekitar pukul 11:40 malam.

Pada Mei hingga Juli, langit cenderung terang saat cuaca cerah. Sebaliknya, pada musim dingin matahari terbit baru sekitar pukul 10 pagi dan terbenam lebih awal pada pukul 2:30 siang.

Sejarah panjang yang tidak lepas dari konflik

Di tengah perkembangan modernnya, Trondheim juga pernah mengalami pendudukan. Kota ini dianeksasi oleh Swedia pada 1658 dan oleh Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua.

Lapisan sejarah itu membuat Trondheim tampil sebagai kota yang tidak hanya menyimpan memori kekuasaan Viking, tetapi juga pengalaman politik yang rumit di kemudian hari. Kini, keduanya hadir berdampingan dengan identitas teknologinya yang semakin kuat.

Trondheim juga muncul dalam budaya populer, termasuk disebut dalam album Monty Python berjudul Another Monty Phyton Record dan menjadi lokasi penting dalam gim Command & Conquer: Tiberian Sun.

Di bidang olahraga, kota ini dikenal lewat Rosenborg BK sebagai klub sepak bola kebanggaan setempat. Jejak raja Viking, gereja bersejarah, dan inovasi modern tetap bertemu dalam satu ruang yang sama di Trondheim.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait