Tanpa Damai, Trump Buka Sinyal Serangan ke Iran Bisa Berlanjut Lama

Author: Redaksi Android62

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa serangan terhadap Iran bisa terus berlanjut dalam waktu panjang jika kesepakatan damai tidak tercapai. Ia menyebut rentang kemungkinan itu dapat berlangsung “selama dua minggu, tiga minggu, empat minggu, bahkan hingga dua tahun”.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa jalur diplomasi yang sedang dibahas Washington dan تهران bukan sekadar upaya meredakan ketegangan sesaat. Bagi Trump, kesepakatan damai menjadi cara untuk mencegah konflik yang lebih luas dan berkepanjangan.

Selat Hormuz dan risiko pasar ikut disorot

Dalam penjelasannya di Washington, Trump juga menyinggung Selat Hormuz sebagai titik sensitif yang bisa ikut terdampak bila tidak ada kesepakatan. Ia mengatakan jalur pelayaran strategis itu tidak akan kembali dibuka tanpa adanya kesepakatan damai.

Selain itu, Trump memperingatkan bahwa pasar dapat bergerak ke arah yang jauh lebih buruk. Ia menyebut risiko pasar merosot ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya jika negosiasi gagal, alih-alih menguat seperti kondisi yang ia gambarkan saat ini.

MoU perdamaian sudah selesai disusun

Di tengah pernyataan keras itu, Iran dan AS telah mengonfirmasi pada 14 Juni bahwa penyusunan nota kesepahaman atau MoU perdamaian sudah rampung. Dokumen tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat 19 Juni 2026.

MoU itu memberi waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS. Kerangka tersebut menunjukkan bahwa pembahasan belum selesai, meski dokumen awal sudah disusun.

Trump juga mengatakan pada Rabu bahwa dirinya mungkin akan tetap berada di Eropa untuk menghadiri penandatanganan MoU tersebut. Kehadiran itu menambah sorotan terhadap proses diplomasi yang sedang berjalan dan arah hubungan Washington dengan تهران pada tahap berikutnya.

Soleimani kembali disebut dalam narasi Trump

Trump turut mengaitkan proses ini dengan kematian Jenderal Qasem Soleimani, Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran, yang tewas dalam serangan AS. Ia menilai kesepakatan damai membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terbentuk dan proses itu tidak akan mudah tanpa peristiwa tersebut.

Menurut Trump, jika Soleimani tidak tewas, kesepakatan damai dengan Iran mungkin tidak akan pernah tercapai. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin Iran menghadapi bencana ekonomi, karena kesepakatan damai dinilai menjadi jalan untuk menghindari dampak yang lebih berat bagi Iran dan kawasan secara umum.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru