Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya agar Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia tanpa Kanada dan Meksiko. Edisi Piala Dunia 2038 menjadi peluang terdekat yang masih tersedia bagi negara-negara yang ingin mengajukan pencalonan.
Pernyataan itu muncul ketika Amerika Serikat justru sedang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen bersama dua negara tetangganya. Trump mengisyaratkan format tuan rumah tunggal sebagai arah yang ia inginkan untuk pencalonan berikutnya.
Menurut Kompas.com, Trump menyampaikan gagasan tersebut dalam resepsi Piala Dunia FIFA di Trump Tower, New York, pada Jumat (17/7/2026). Acara itu berlangsung menjelang final Spanyol melawan Argentina yang disebut dijadwalkan pada Minggu (19/7/2027).
Dalam kesempatan tersebut, Trump mengutip gagasan agar Amerika Serikat kembali dipilih. “Anda harus memilih S lagi,” kata Trump, seperti dikutip Politico.
Ia kemudian menyampaikan keinginannya secara lebih tegas mengenai peran Kanada dan Meksiko. “Kali ini kita akan mengesampingkan Kanada dan Meksiko,” ujarnya.
Peta Tuan Rumah hingga 2038
Ruang pencalonan Piala Dunia dalam waktu dekat semakin terbatas karena FIFA telah menetapkan penyelenggara untuk dua edisi berikutnya. Kondisi itu menjadikan 2038 sebagai sasaran utama bagi pihak yang ingin mengajukan penawaran baru.
| Edisi Piala Dunia | Status | Tuan Rumah atau Wilayah |
|---|---|---|
| 2030 | Hak penyelenggaraan telah diberikan | Spanyol, Portugal, Maroko; laga pembukaan di Argentina, Paraguay, Uruguay |
| 2034 | Tuan rumah telah dipilih | Arab Saudi |
| 2038 | Masih terbuka untuk penawaran | Berpotensi diperebutkan |
Piala Dunia 2030 akan berlangsung di enam negara dengan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama. Argentina, Paraguay, dan Uruguay mendapat laga pembukaan sebagai penanda 100 tahun penyelenggaraan turnamen tersebut.
Untuk edisi 2034, FIFA telah memilih Arab Saudi sebagai tuan rumah. Penetapan itu membuat Piala Dunia 2038 menjadi edisi paling dekat yang dapat diperebutkan melalui proses pencalonan.
Proses penawaran Piala Dunia biasanya dimulai bertahun-tahun sebelum turnamen digelar. Negara atau kawasan yang baru menjadi tuan rumah perlu melewati masa tunggu, sementara Amerika Utara dan Oseania disebut berpeluang memenuhi syarat untuk mengajukan penawaran.
Wacana Bersama China
Trump juga membahas kemungkinan berbeda yang melibatkan Amerika Serikat dan China sebagai tuan rumah bersama. Gagasan itu disebut berasal dari Presiden FIFA Gianni Infantino dan disampaikan dalam nada bercanda.
Trump menyinggung bahwa para pemain akan menikmati penerbangan singkat di antara pertandingan. Namun, belum ada penjelasan mengenai pembagian laga, bentuk pencalonan, maupun kemungkinan realisasi kerja sama dua negara yang dipisahkan jarak sangat jauh tersebut.
Perhatian Trump terhadap agenda FIFA juga terlihat dari komentarnya mengenai kasus striker Amerika Serikat Folarin Balogun. Trump mengaku pernah menghubungi Infantino setelah Balogun menerima kartu merah ketika Amerika Serikat menang atas Bosnia Herzegovina.
Kartu merah tersebut semestinya menghasilkan skorsing otomatis satu pertandingan. FIFA kemudian menangguhkan larangan itu sehingga Balogun tetap dapat tampil melawan Belgia.
Keputusan itu disebut tidak biasa dan memicu kritik di berbagai negara. Trump justru memuji Infantino saat keduanya hadir dalam resepsi di Trump Tower.
“Anda membuat keputusan hebat lainnya. Anda tidak akan pernah mendapatkan pujian untuk itu,” ujar Trump kepada Infantino. Pernyataan tentang tuan rumah tunggal, wacana dengan China, dan kasus Balogun menunjukkan besarnya perhatian Trump terhadap agenda FIFA.
