Pembebasan seorang warga Amerika Serikat oleh Iran menarik perhatian di tengah eskalasi perang yang masih berlangsung. Langkah itu kemudian memunculkan pernyataan tak lazim dari Presiden Donald Trump yang justru memuji Teheran lewat Truth Social.
Trump menyebut Iran telah mengizinkan warga negara Amerika yang ditahan secara tidak sah pada Desember 2024, di bawah kepresidenan Joe Biden, untuk meninggalkan negara itu. Ia menilai langkah tersebut sebagai isyarat itikad baik dan mengatakan Amerika Serikat menghargainya.
Warga AS yang dibebaskan
Dalam unggahannya pada Rabu, 15 Juli, Trump tidak menyebut identitas perempuan itu secara terbuka. Namun, pengacara Jared Genser mengatakan perempuan tersebut adalah Dena Karari, kliennya yang terjebak di Iran atas tuduhan palsu.
Genser menambahkan bahwa Karari kini aman dan sedang dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat. Ia juga menyebut pembebasan itu terjadi berkat upaya luar biasa dan tanpa henti dari Trump, menurut laporan AFP yang dikutip CNN Indonesia.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Tokoh yang menyampaikan unggahan | Donald Trump |
| Platform | Truth Social |
| Isi utama unggahan | Memuji Iran karena membebaskan warga AS |
| Waktu unggahan | Rabu, 15 Juli |
Siapa Dena Karari
Dalam penjelasan lanjutan, Genser menyebut Karari adalah warga negara AS-Iran yang menjalankan organisasi nirlaba Children of Mehr Foundation. Akun media sosial yayasan itu menggambarkan dirinya sebagai lembaga nonpemerintah yang berupaya memberdayakan anak-anak melalui pendidikan, kreativitas, dan kesempatan.
Genser juga mengatakan Karari sedang mengunjungi keluarganya ketika ditahan dan diinterogasi oleh Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran. Menurut dia, perempuan itu mengalami kesulitan fisik dan psikologis yang sangat besar selama masa penahanan.
Pembebasan Karari terjadi saat pasukan Amerika Serikat menggempur Iran dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah pihak menilai serangan AS itu dipakai sebagai alat negosiasi agar Iran memenuhi kemauan Washington.
Di sisi lain, Iran membalas dengan menyerang pangkalan AS di negara-negara Arab dan menegaskan bahwa untuk saat ini mereka tidak berniat bernegosiasi. Karena itu, pujian Trump kepada Iran menjadi sorotan di tengah ketegangan yang belum mereda.
