TUGU Sapu Posisi Paling Unggul di BIA 2026, RBC Jadi Sinyal Kuatnya

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. atau TUGU mencatat pengakuan penting setelah terpilih sebagai emiten unggul di sektor asuransi dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026. Pencapaian itu menempatkan TUGU di posisi teratas setelah dewan juri menilai kinerja dan ketahanan bisnis perseroan dibanding emiten lain di sektor yang sama.

Yang paling menonjol dari kinerja TUGU adalah posisi solvabilitasnya yang sangat kuat. Perseroan mencatat Risk Based Capital atau RBC sebesar 410,9%, jauh di atas ketentuan minimum regulasi sebesar 120%.

Fondasi kinerja tetap terjaga

Kekuatan itu tidak berdiri sendiri. Pada 2025, TUGU membukukan laba bersih Rp711,06 miliar, ditopang pertumbuhan hasil jasa asuransi yang naik 39% secara tahunan atau year on year.

Pada periode yang sama, pendapatan jasa asuransi perseroan mencapai Rp9,11 triliun. Angka tersebut tumbuh 22,12% dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan perbaikan kualitas underwriting serta optimalisasi portofolio bisnis.

Portofolio bisnis dorong pertumbuhan

Pertumbuhan pendapatan TUGU juga didorong oleh optimalisasi portofolio pada lini fire & property, offshore, dan aviation. Kombinasi tiga lini itu membantu perusahaan menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan industri asuransi yang ketat.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp27,71 triliun. Total ekuitas mencapai Rp10,17 triliun, yang memperlihatkan posisi permodalan perusahaan tetap kuat.

Penilaian BIA 2026 dilakukan bertahap

BIA 2026 sendiri menjadi ajang penghargaan bagi emiten keuangan dan nonkeuangan yang dinilai unggul berdasarkan indikator penilaian yang telah ditetapkan. Pada penyelenggaraan ini, Bisnis Indonesia Group memberikan penghargaan kepada 52 emiten bank dan nonbank, 8 penerima special awards, serta 1 penerima Best CEO.

Proses penilaian dilakukan bertahap sejak awal Juni 2026. Tim riset Data Indonesia dari Bisnis Indonesia Group mengumpulkan data dengan mengacu pada laporan keuangan periode 2023, 2024, dan 2025.

Tahap penjurian kemudian melibatkan juri independen, yakni Senior Economist at Creco Research Raden Pardede yang juga menjabat Ketua Dewan Juri BIA 2026. Juri lain yang terlibat ialah Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Eduardus Tandelilin, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih, dan Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budisusilo.

Dalam konteks itu, capaian TUGU memperlihatkan bahwa daya tahan bisnis dan pengelolaan modal masih menjadi titik pembeda utama di sektor asuransi. Dengan RBC yang jauh melampaui batas minimum serta kinerja laba yang menguat, TUGU tampil sebagai emiten yang dinilai paling menonjol pada ajang tersebut.

Source: finansial.bisnis.com

Berita Terkait