Ubuntu 26.04 LTS membawa batas baru yang langsung memengaruhi lingkungan container lama. Jika sistem masih bergantung pada cgroup v1, proses upgrade dapat berhenti di tengah jalan karena pembaruan ditolak sebelum migrasi ke cgroup v2 selesai.
Kondisi ini membuat pemeriksaan kesiapan host menjadi lebih penting daripada sekadar menunggu jadwal rilis. Ubuntu 26.04 LTS juga disebut tidak akan menjalankan workload container pada host yang masih boot dengan cgroup v1, sehingga administrator perlu memastikan seluruh komponen sudah selaras sebelum pembaruan dimulai.
Pemeriksaan kompatibilitas tidak bisa ditunda
Langkah Canonical terhadap cgroup v1 tergolong tegas. Referensi yang dirujuk menyebut tidak ada masa transisi bertahap, sehingga sistem yang masih memiliki container bergantung pada mekanisme lama itu tidak akan diberi jalan untuk melanjutkan upgrade.
Artinya, pengelola server tidak cukup hanya memastikan paket sistem terbaru sudah tersedia. Mereka juga harus memeriksa apakah fondasi container di host tersebut sudah berpindah ke cgroup v2, karena syarat itu menjadi penentu apakah upgrade dapat berjalan atau justru tertahan.
Runtime lama masuk kelompok paling rawan
Risiko terbesar muncul pada runtime container yang masih memakai cgroup v1. Salah satu contoh yang disebut adalah Docker versi sebelum 20.10, yang berpotensi membuat sistem tetap tertahan di rilis Ubuntu sebelumnya.
Situasi ini penting terutama di server pengembangan, lingkungan lab, dan infrastruktur produksi yang masih memakai konfigurasi lama. Jika runtime belum diperbarui, proses peningkatan sistem bisa gagal berjalan normal meski versi Ubuntu yang terpasang sudah mendekati rilis tujuan.
Setelah upgrade pun dukungan lama tidak kembali
Ubuntu 26.04 LTS tidak hanya menolak upgrade ketika syarat belum terpenuhi, tetapi juga tidak akan menjalankan workload container yang masih memerlukan cgroup v1 setelah sistem berhasil diperbarui. Dengan kata lain, masalah kompatibilitas tidak selesai di tahap pembaruan saja.
Kebijakan itu menegaskan bahwa host yang masih di-boot menggunakan cgroup v1 tidak lagi cocok untuk menjalankan container modern di rilis tersebut. Karena itu, persiapan harus dilakukan lebih awal agar tidak ada beban kerja yang terhenti setelah proses upgrade selesai.
Langkah yang perlu dicek sebelum pembaruan
Agar upgrade tidak tersendat, beberapa hal berikut perlu dipastikan terlebih dahulu:
- Container dan host sudah menggunakan cgroup v2.
- Runtime container lama yang masih bergantung pada cgroup v1 sudah teridentifikasi.
- Docker dan runtime lain sudah diperbarui, terutama jika masih di bawah versi 20.10.
- Workload yang masih bergantung pada cgroup v1 sudah dimigrasikan ke cgroup v2.
- Upgrade Ubuntu dilakukan setelah semua beban kerja dinyatakan kompatibel.
Pemeriksaan ini penting karena cgroup bekerja di lapisan pengelolaan sumber daya sistem. Begitu dukungan lama dihentikan, dampaknya bisa menjalar ke alur kerja container secara keseluruhan, bukan hanya ke satu aplikasi tertentu.
Dampak paling terasa di server dan produksi
Bagi pengguna desktop yang tidak menjalankan container, perubahan ini mungkin tidak terlalu menonjol. Namun untuk administrator server, tim pengembangan, dan lingkungan produksi yang masih memakai container lawas, kebijakan tersebut bisa mengubah rencana pemeliharaan secara signifikan.
Referensi juga menyebut arah ini sejalan dengan ekosistem Linux yang makin meninggalkan komponen lama. Red Hat dan Fedora disebut sudah lebih dulu menghentikan dukungan serupa beberapa tahun lalu, sehingga langkah Ubuntu kali ini memperkuat tren yang sama di sisi pengelolaan container.
Karena itu, perhatian utama bukan hanya menunggu Ubuntu 26.04 LTS tersedia, melainkan memastikan seluruh container sudah berpindah ke cgroup v2. Jika belum, upgrade bisa tertahan dan workload container lama tetap tidak dapat dijalankan pada host yang masih memakai cgroup v1.
Source: www.xda-developers.com






