Ujian akhir siswa kelas 11 dan 12 di empat provinsi selatan Iran dibatalkan ketika situasi keamanan memburuk akibat kembali memanasnya serangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kebijakan itu berlaku pada Minggu, 19 Juli 2026, serta Senin, 20 Juli 2026.
Pembatalan tersebut memperlihatkan dampak konflik yang telah menjangkau aktivitas sipil di luar sasaran militer. Hingga kini, belum ada keterangan mengenai jadwal pengganti bagi siswa yang terdampak.
Empat provinsi menghentikan ujian
Kementerian Pendidikan Iran menerapkan penghentian ujian di Hormozgan, Bushehr, Khuzestan, dan Sistan-Baluchestan. Seluruh wilayah itu berada di bagian selatan Iran yang menjadi perhatian dalam perkembangan keamanan terbaru.
| Provinsi | Status Ujian | Periode |
|---|---|---|
| Hormozgan | Dibatalkan | 19-20 Juli 2026 |
| Bushehr | Dibatalkan | 19-20 Juli 2026 |
| Khuzestan | Dibatalkan | 19-20 Juli 2026 |
| Sistan-Baluchestan | Dibatalkan | 19-20 Juli 2026 |
Al Jazeera melaporkan keputusan itu secara khusus menyasar ujian akhir pada dua tingkat kelas tersebut. Otoritas pendidikan mengaitkan langkah itu dengan kondisi keamanan di kawasan selatan yang dinilai memburuk.
Gangguan pada agenda sekolah terjadi setelah serangan udara Amerika Serikat berlangsung selama tujuh malam berturut-turut hingga Jumat, 17 Juli 2026. Sasaran serangan disebut mencakup sejumlah infrastruktur vital di wilayah selatan Iran.
Infrastruktur selatan ikut terdampak
Sejumlah lokasi dilaporkan mengalami ledakan atau serangan, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Chabahar, Iranshahr, dan Bandar-e Khamir. Kawasan-kawasan itu memiliki peran penting bagi aktivitas pesisir serta jalur komunikasi di selatan Iran.
Tasnim melaporkan rudal AS menghantam bandara di Iranshahr dan menara komunikasi di Bandar Abbas. Serangan terhadap menara komunikasi tersebut dilaporkan menyebabkan aliran listrik di area itu terputus.
Kantor berita Fars juga melaporkan dugaan serangan terhadap sebuah jembatan di Bandar-e Khamir. Rincian mengenai tingkat kerusakan dan dampak lanjutan dari insiden itu belum dijelaskan.
Kerusakan atau gangguan pada fasilitas komunikasi dan listrik menambah tekanan terhadap warga di tengah ketidakpastian keamanan. Pembatalan ujian menjadi salah satu dampak langsung yang paling terlihat bagi keluarga dan pelajar di empat provinsi tersebut.
Ketegangan meluas ke kawasan Teluk
Di tengah serangan di wilayah Iran, Teheran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke arah pangkalan militer AS di Arab Saudi pada Sabtu, 18 Juli 2026. Informasi itu pertama kali disampaikan koresponden Axios yang mengutip pejabat AS, kemudian diberitakan Anadolu Agency.
Jika terkonfirmasi, langkah itu akan menjadi serangan langsung pertama Iran ke negara Teluk tersebut dalam hampir empat bulan. Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai sasaran spesifik yang dituju rudal Iran.
Serangan itu juga disebut dapat menjadi aksi pertama Iran terhadap wilayah Arab Saudi sejak serangan ke kompleks petrokimia di Jubail pada awal April. Perkembangan tersebut muncul setelah gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Pakistan gagal bertahan.
Rangkaian serangan dan balasan ini menunjukkan konflik tidak lagi hanya berpengaruh pada titik militer. Jadwal pendidikan di selatan Iran kini ikut berubah, sementara kepastian pelaksanaan ujian pengganti masih menunggu keputusan otoritas terkait.
Source: www.kompas.com






