Kemenangan 3-1 atas Kroasia langsung menempatkan Ukraina U-19 dalam sorotan awal Euro U-19 2026. Hasil itu bukan sekadar tiga poin pembuka, melainkan sinyal bahwa tim asuhan Dmytro Mykhailenko datang dengan target besar.
Di Bangor, Wales, Ukraina sempat berada dalam posisi tertinggal setelah Ivan Baric membawa Kroasia unggul lewat penalti pada menit ke-21. Namun, mereka mampu membalas dengan rapi dan menutup laga dengan keunggulan dua gol.
Balikan yang menunjukkan mental kuat
Pembalik keadaan dimulai lewat sundulan Dmytro Bohdanov, sebelum Nikita Kaliuzhnyi ikut menyumbang gol. Pavlo Liusin kemudian memastikan kemenangan lewat tembakan jarak jauh pada babak kedua.
Rangkaian gol itu memperlihatkan cara Ukraina merespons tekanan dengan efektif. Saat Kroasia membuka pertandingan dengan keunggulan, Ukraina justru tampil lebih tenang dan semakin tajam ketika laga berjalan.
Persiapan panjang sebelum tampil di Bangor
Mykhailenko menegaskan timnya datang dengan ambisi untuk menyamai pencapaian semifinal Euro 2024 dan merebut tiket ke Piala Dunia U-20 2027. Untuk itu, persiapan mereka dibuat serius dengan latihan selama sepuluh hari di Polandia.
Selain latihan, Ukraina juga memainkan satu pertandingan uji coba berkualitas untuk mengukur kondisi fisik dan interaksi antarpemain. Sang pelatih menilai rangkaian itu memberi dampak positif karena skuadnya sudah merasa cukup kuat secara fisik saat turnamen dimulai.
Komposisi skuad yang nyaris final
Di sisi lain, persaingan internal di dalam tim juga ikut membentuk kekuatan Ukraina. Mykhailenko menyebut banyak pemain berada pada level yang relatif setara, sehingga ia sudah menentukan sekitar 95 persen susunan starter untuk duel melawan Kroasia.
Meski begitu, kedalaman skuad tetap menjadi modal penting. Beberapa pemain disebut siap masuk dari bangku cadangan dan langsung menaikkan kualitas permainan ketika dibutuhkan.
Kroasia tetap lawan yang berbahaya
Sebelum pertandingan, Mykhailenko sudah membaca karakter Kroasia sebagai tim yang kuat dalam penguasaan bola, banyak bermain melalui lini tengah, dan dipenuhi pemain teknis. Bagi Ukraina, itu membuat laga pembuka sejak awal diprediksi berlangsung ketat.
Kroasia sendiri lolos dari grup yang berat dengan menyingkirkan lawan-lawan seperti Prancis dan Norwegia. Modal itu membuat kekalahan dari Ukraina terasa semakin berarti bagi peta persaingan Grup B.
Grup B langsung panas sejak awal
Di pertandingan lain pada Grup B, Italia juga membuka langkah dengan kemenangan 2-0 atas Serbia. Mattia Liberali dan Jamal Iddrissou menjadi pencetak gol bagi Italia dalam laga tersebut.
Jadwal berikutnya akan kembali menguji dua tim yang baru saja bertemu di Bangor. Ukraina dijadwalkan menghadapi Serbia pada Kamis, 2 Juli 2026, sedangkan Kroasia akan menantang Italia pada pertandingan kedua mereka.
Persaingan lintas grup ikut menambah tekanan
Grup lain juga menunjukkan turnamen ini langsung bergerak dalam intensitas tinggi. Jerman menang 4-3 atas Denmark, sementara Spanyol menekuk tuan rumah Wales 7-1 pada laga Grup A sehari sebelumnya.
Situasi itu membuat setiap hasil awal memiliki bobot besar. Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke semifinal dan otomatis mengamankan tempat di Piala Dunia U-20 2027 di Azerbaijan dan Uzbekistan.
Tim peringkat ketiga masih punya peluang, tetapi harus melalui babak play-off untuk merebut satu tiket tersisa. Dengan format seperti ini, kemenangan atas Kroasia memberi Ukraina fondasi penting sebelum melanjutkan perjalanan di Grup B.







