UMKM Kini Bisa Akses PR Profesional yang Lebih Terjangkau, Ini Solusi AI dari Alpha Story

Author: Redaksi Android62

Alpha Story mulai menawarkan pendekatan baru bagi UMKM Indonesia yang selama ini sulit menjangkau layanan komunikasi strategis. Perusahaan teknologi pemasaran asal Singapura itu membawa solusi berbasis kecerdasan buatan untuk membuat public relations dan marcomms tidak lagi identik dengan biaya besar.

Langkah ini penting karena tantangan UMKM tidak hanya soal promosi, tetapi juga soal visibilitas dan kepercayaan di pasar digital. Di tengah persaingan yang makin padat, kemampuan sebuah merek untuk tampil di mesin pencari, media sosial, dan platform berbasis AI menjadi semakin menentukan.

Komunikasi profesional dengan hambatan lebih kecil

Melalui afiliasinya dengan perusahaan iklan luar ruang lokal 8Infini, Alpha Story merancang layanan marcomms berbasis AI yang menekan biaya sekaligus menyederhanakan proses kerja. CEO Alpha Story, Jeremy Foo, menilai layanan komunikasi strategis selama ini lebih dekat ke perusahaan besar karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Model yang ditawarkan menggabungkan teknologi AI, efisiensi proses, dan skema harga yang lebih terjangkau. Dengan pendekatan itu, UMKM dapat memperoleh bantuan penyusunan strategi komunikasi, pembuatan siaran pers, hingga jaminan publikasi di media Indonesia.

Perusahaan ini juga menyiapkan skema yang fleksibel untuk startup, founder-led business, dan merek yang masih berkembang. Tidak ada tuntutan kontrak jangka panjang atau biaya awal besar, sehingga pelaku usaha bisa mengakses dukungan komunikasi profesional dengan hambatan yang lebih kecil.

Alpha Echo diposisikan sebagai pusat intelijen merek

Selain layanan PR, Alpha Story memperkenalkan Alpha Echo sebagai platform intelijen berbasis AI untuk membaca persepsi publik terhadap merek. Platform ini juga membantu membandingkan posisi brand dengan kompetitor serta memantau visibilitas di mesin pencari, media sosial, dan platform berbasis AI.

Alpha Echo mengolah sinyal dari media, media sosial, tren industri, dan materi komunikasi brand menjadi rekomendasi yang dapat langsung dipakai. Dari sana, tim pemasaran dan komunikasi bisa menyusun positioning merek, narasi PR, strategi thought leadership, dan konten yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.

Platform tersebut turut mendukung strategi Search Engine Optimization atau SEO serta Answer Engine Optimization atau AEO. Dua pendekatan ini kian penting di era pencarian berbasis AI, ketika visibilitas brand ditentukan oleh kemampuan tampil di kanal pencarian yang berubah cepat.

Masalah utama UMKM ada pada visibilitas

Country Lead Alpha Story Indonesia, Leighton Cosseboom, menilai banyak UMKM sebenarnya memiliki produk dan pendiri yang kuat, tetapi belum cukup terlihat oleh calon pelanggan. Akibatnya, bisnis yang punya nilai bagus kerap kesulitan membangun kepercayaan di pasar.

Karena itu, Alpha Story menyatukan fungsi komunikasi dalam satu platform agar data dan eksekusi berjalan terpadu. Berbeda dari pendekatan konvensional yang memisahkan PR, pemasaran digital, pemantauan media, pelaporan, dan strategi, sistem ini menghubungkan seluruh proses lewat teknologi.

Kehadiran solusi semacam ini sejalan dengan besarnya peran UMKM di Indonesia. Sektor ini menyumbang sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha di Tanah Air dan berkontribusi sekitar 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

Dengan porsi sebesar itu, kebutuhan komunikasi yang efisien menjadi semakin penting bagi pelaku usaha kecil. Alpha Story berharap pendekatan berbasis AI dapat membantu UMKM memperkuat visibilitas, membangun reputasi, dan meningkatkan daya saing di pasar digital.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru