UniBook Hadir Dengan Harga Lebih Rendah, Port Lengkap Dan Layar 14 Inci Tantang MacBook Neo

Author: Redaksi Android62

Daya tarik terbesar Chuwi UniBook bukan hanya pada harga yang lebih rendah, tetapi pada paket konektivitas yang sangat lengkap untuk kelasnya. Laptop ini membawa dua port USB-C full-function, HDMI 2.0, dua USB 3.2 Gen 1, satu USB 2.0, Gigabit Ethernet, slot TF card, dan jack audio 3,5mm.

Susunan port seperti itu membuat UniBook tampil beda saat banyak laptop tipis lain memilih jalur yang lebih minimalis. Untuk pengguna yang sering memakai aksesori kabel, koneksi internet kabel, atau layar eksternal, kelengkapan ini menjadi pembeda yang langsung terasa.

Di sisi harga, UniBook diposisikan untuk menggoda pembeli yang mencari laptop Windows murah. Chuwi membanderolnya sekitar $449, sementara MacBook Neo dibuka di $599 atau $499 untuk pelajar.

Selisih banderol itu tidak membuat UniBook terlihat terlalu tertinggal di atas kertas. Laptop ini hadir dengan 8GB LPDDR5X RAM dan SSD PCIe 3.0 256GB, kapasitas yang sejalan dengan basis memori dan penyimpanan MacBook Neo.

Layar lebih lapang untuk kerja harian

UniBook memakai layar IPS 14 inci dengan resolusi 1920 x 1200 dan cakupan warna 100% sRGB. Ukuran ini memberi ruang kerja yang lebih luas dibanding MacBook Neo yang menggunakan panel 13 inci.

Perbedaan tersebut terasa saat dipakai mengetik, membaca dokumen, atau menjalankan multitasking ringan. Bagi pengguna yang lebih suka area tampilan yang lega, tambahan inci pada UniBook bisa jadi nilai praktis yang cukup penting.

Chuwi juga melengkapi UniBook dengan keyboard putih berlampu latar dua tingkat dan engsel 180 derajat. Laptop ini ikut membawa pendinginan aktif, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2, Windows 11 Pro, serta baterai 53,38Wh.

Chip entry-level untuk tugas harian

Untuk dapur pacu, UniBook mengandalkan Intel Core 3 304. Chip entry-level Wildcat Lake ini membawa 5 core dan 5 thread dengan kecepatan hingga 4,3GHz.

Grafisnya memakai GPU terintegrasi Xe3 yang sangat dasar, sehingga karakter perangkat ini memang tidak diarahkan untuk beban berat. Chuwi menempatkan UniBook sebagai laptop untuk pekerjaan kantor, browsing, menulis, streaming, dan kebutuhan sekolah.

Pendekatan itu membuat posisinya jelas sejak awal. UniBook bukan laptop premium dan bukan pula mesin kreator, melainkan opsi Windows yang menargetkan penggunaan harian dengan harga yang lebih bersahabat.

Di pasar laptop murah, langkah seperti ini menjadi penting karena Apple ikut membuat segmennya lebih ramai lewat MacBook Neo. Chuwi mencoba menahan daya tarik itu dengan harga lebih rendah, layar lebih besar, dan konektivitas yang jauh lebih kaya dalam satu perangkat.

Berita Terbaru