Pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran menjadi salah satu titik paling sensitif dalam pembicaraan yang akan kembali digelar di Pakistan pekan depan. Di saat yang sama, program nuklir Iran dan stabilitas di Selat Hormuz juga tetap berada di pusat negosiasi yang belum menemukan kesepakatan final.
Perundingan ini berjalan di tengah gencatan senjata yang dimulai pada 8 April dan masih diperpanjang. Namun, kondisi itu belum menutup rapat kemungkinan munculnya gesekan baru, karena Washington dan Teheran masih belum mencapai formula yang benar-benar disepakati bersama.
The Wall Street Journal, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui proses pembicaraan, menyebut kedua pihak sedang menyiapkan nota kesepahaman setebal satu halaman dengan 14 poin utama. Dokumen itu dikabarkan memuat pembahasan soal program nuklir Iran, ketegangan di Selat Hormuz, dan stok uranium Iran yang telah diperkaya.
Uranium dan sanksi tetap jadi inti perdebatan
Dari seluruh isu yang dibahas, uranium dan sanksi tampak menjadi dua bagian yang paling menentukan. Bagi Iran, pencabutan sanksi menyangkut ruang gerak ekonomi dan politik, sementara bagi Amerika Serikat, sanksi masih berfungsi sebagai alat tawar dalam negosiasi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan dirinya yakin kesepakatan dengan Iran bisa tercapai dalam waktu dekat. Ia bahkan menilai peluang itu terbuka sebelum lawatannya ke Tiongkok pekan depan.
Trump juga menegaskan bahwa penyelesaian isu uranium Iran menjadi kunci utama pembicaraan. Karena itu, topik pengayaan uranium tetap berada di pusat perdebatan, sebab menyangkut arah program nuklir Iran dan batas yang bisa diterima kedua pihak.
Selat Hormuz ikut dibawa ke meja pembicaraan
Selain soal nuklir, jalur strategis Selat Hormuz juga masuk dalam pembahasan. Kawasan ini dianggap penting bagi stabilitas Teluk dan arus pelayaran internasional, sehingga posisinya tidak bisa dipisahkan dari pembicaraan yang lebih luas.
Masuknya Selat Hormuz ke dalam draft pembahasan menunjukkan bahwa negosiasi ini tidak hanya menyentuh isu teknis. Pembicaraan juga merambah kepentingan strategis yang lebih besar, termasuk keamanan jalur energi dan perdagangan global.
WSJ juga menyebut bahwa jika negosiasi berjalan lancar, periode awal satu bulan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama. Skema itu memperlihatkan bahwa kedua pihak masih mencari bentuk kompromi yang bukan hanya bisa dicapai, tetapi juga dapat dipertahankan.
Gencatan senjata belum menutup semua risiko
Meski ada perpanjangan gencatan senjata, situasi di lapangan belum benar-benar stabil. Belum adanya kesepakatan final membuat proses dialog tetap rapuh dan sangat bergantung pada hasil putaran perundingan berikutnya.
Karena itu, pertemuan di Pakistan pekan depan memikul beban besar. Agenda utamanya bukan hanya menahan eskalasi, tetapi juga mencoba menyusun kesepakatan yang cukup kuat untuk bertahan di tengah tarik-menarik soal nuklir, sanksi, dan Selat Hormuz.
Source: mediaindonesia.com






