Keputusan wasit pada ronde ke-11 langsung menjadi sorotan setelah Oleksandr Usyk dinyatakan menang TKO atas Rico Verhoeven di Giza, Mesir. Rico masih sempat berdiri ketika hitungan baru mencapai lima, tetapi laga tetap dihentikan dan protes pun tak terhindarkan.
Usyk sebenarnya tidak tampil dalam kondisi nyaman sepanjang duel. Sejak awal, ia mendapat tekanan agresif dari Rico yang berani maju dan membuat sang juara bertahan kesulitan mengembangkan gaya bertarungnya sendiri.
Rico tampil dengan pendekatan yang berbeda dari lawan-lawan Usyk sebelumnya. Serangan-serangannya terus memaksa Usyk bergerak dan kehilangan ritme, sementara jab yang biasanya jadi andalan tidak berjalan semulus biasanya.
Dalam situasi itu, Usyk beberapa kali harus menyesuaikan pola serangannya. Ia lebih sering mencari celah lewat uppercut dan hook untuk meredam tekanan lawan yang datang tanpa henti.
Puncak pertarungan terjadi di ronde ke-11 ketika Usyk melancarkan kombinasi straight dan uppercut. Pukulan tersebut membuat Rico jatuh berlutut di atas kanvas dan wasit langsung memulai hitungan.
Rico masih bisa berdiri sebelum hitungan memasuki angka lima. Namun, Usyk segera kembali menekan saat melihat lawannya mulai melemah dan melontarkan rangkaian pukulan lanjutan.
Sebagian serangan Usyk mengenai kepala Rico, sedangkan sebagian lain tertahan oleh tangan lawannya yang dipakai untuk bertahan. Dari situ, wasit menilai kondisi Rico sudah terlalu berbahaya jika duel diteruskan.
Meski pukulan Usyk dikenal tidak terlalu keras secara individu, rangkaian serangan yang terus datang dianggap cukup mengancam untuk menghentikan laga. Wasit kemudian memeluk Rico di tengah ring sebagai tanda pertarungan selesai.
Rico langsung menggelengkan kepala sebagai bentuk penolakan atas keputusan itu. Ia tidak menerima penghentian pertandingan, tetapi hasil sudah telanjur ditetapkan dan Usyk dinyatakan menang pada ronde ke-11.
Kemenangan tersebut membuat sabuk WBC kelas berat tetap berada di tangan Usyk. Status tak terkalahkannya juga masih terjaga setelah ia melewati pertarungan yang jauh lebih sulit dari perkiraan banyak orang.
Duel ini terasa berat bagi Usyk sejak ronde-ronde awal. Setelah mengalahkan Daniel Dubois pada Juli 2025, ia datang dengan kepercayaan diri tinggi, tetapi tekanan Rico justru membuatnya bekerja lebih keras dari biasanya.
Pertarungan yang berlangsung keras sejak awal itu kemudian berakhir dengan perdebatan. Di satu sisi, Usyk tetap membawa pulang kemenangan penting, tetapi di sisi lain penghentian laga meninggalkan tanda tanya bagi kubu Rico.
