UTBK Memang Penting, Psikolog Ingatkan Stres Bisa Dijaga Tanpa Menguras Diri

UTBK memang penting, tetapi hasil ujian ini bukan penentu tunggal masa depan seseorang. Di tengah tekanan yang besar, peserta tetap perlu menjaga kondisi mental agar proses belajar tidak berubah menjadi beban yang justru menghambat performa.

Dosen Psikologi FISIP Universitas Brawijaya, Sumi Lestari, menilai stres menjelang UTBK adalah hal yang wajar. Yang perlu diwaspadai adalah saat peserta mulai memforsir diri, menekan tubuh dengan menunda makan, dan mengabaikan istirahat demi mengejar hasil yang dianggap sempurna.

Tekanan yang masih bisa membantu

Dalam psikologi, stres tidak selalu dipandang negatif. Sumi menjelaskan ada eustress yang bersifat konstruktif dan distress yang bersifat destruktif.

Eustress dapat membuat peserta lebih waspada dan lebih serius belajar. Sebaliknya, distress membuat tekanan terasa berlebihan hingga mengganggu kemampuan berpikir saat ujian berlangsung.

Ketika tekanan berubah menjadi terlalu berat, peserta bisa masuk ke kondisi stres performa. Situasi ini kerap terlihat dari kebiasaan merendahkan diri, terus membandingkan diri dengan orang lain, dan menilai kemampuan sendiri secara tidak realistis.

Saat pikiran mulai dipenuhi kekhawatiran

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah overthinking. Kondisi ini biasanya muncul ketika rasa takut gagal membesar, lalu fokus belajar ikut terganggu dan pikiran menjadi sulit tenang.

Sumi menekankan pentingnya peserta meyakinkan diri atas bekal yang sudah dibangun selama masa persiapan. Jika proses belajar dijalani dengan baik, rasa percaya diri biasanya ikut terbentuk, termasuk kesiapan menerima apa pun hasil ujian nanti.

Ia juga mengingatkan agar peserta mengenali batas kemampuan diri saat menetapkan harapan. Standar yang terlalu tinggi justru dapat memicu self-criticism, yaitu kecenderungan mengkritik diri sendiri secara berlebihan karena merasa persiapan belum cukup.

Tiga langkah menjaga kesehatan mental

Sumi menyebut ada tiga strategi utama yang bisa digunakan untuk menjaga kesehatan mental selama menghadapi UTBK, yaitu strategi kognitif, regulasi emosi, dan strategi perilaku.

Strategi kognitif berhubungan dengan cara mengelola pikiran. Stres sering dipicu oleh bayangan negatif yang belum tentu terjadi, sehingga peserta perlu belajar melihat situasi secara lebih rasional dan tidak langsung tenggelam dalam kekhawatiran.

Bagian lain dari strategi ini adalah mengubah kelemahan menjadi bahan belajar. Dengan mengenali titik lemah, peserta bisa memperbaiki diri tanpa menjadikannya alasan untuk berhenti berusaha.

Regulasi emosi membantu peserta tetap tenang saat belajar maupun ketika ujian sudah dekat. Kemampuan ini membuat fokus lebih terjaga, termasuk saat perlu mengingat kembali materi yang sudah dipelajari.

Sementara itu, strategi perilaku menekankan pengaturan waktu belajar. Persiapan sejak jauh hari dinilai lebih efektif dibanding menumpuk belajar ketika ujian sudah semakin dekat.

Istirahat tetap diperlukan

Banyak peserta merasa harus belajar terus-menerus agar peluang berhasil makin besar. Padahal, istirahat justru tetap menjadi bagian penting dari persiapan karena tubuh dan pikiran yang terlalu dipaksa dapat menyimpan informasi hanya di memori jangka pendek.

Menjelang hari ujian, ruang untuk pemulihan perlu tetap diberikan. Langkah ini membantu kondisi tubuh dan pikiran lebih segar, sehingga stabilitas mental lebih terjaga saat menghadapi UTBK.

Masa depan tidak berhenti di satu ujian

Sumi juga menegaskan bahwa UTBK bukan satu-satunya ukuran masa depan. Ujian ini memang penting, tetapi kemampuan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan terus berusaha tetap menjadi bagian yang menentukan.

Karena itu, sikap optimistis perlu dijaga baik ketika hasil sesuai harapan maupun saat belum memuaskan. Selama peserta tetap tenang dan percaya diri, masih ada jalan dan kesempatan lain yang bisa ditempuh setelah UTBK.

Source: lifestyle.bisnis.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer