Situasi internal tim Uruguay memanas jelang laga penentu kontra Spanyol di fase grup Piala Dunia 2026. Kapten Federico Valverde disebut memimpin mosi tidak percaya dari para pemain terhadap pelatih Marcelo Bielsa.
Ketegangan itu tidak muncul tiba-tiba, melainkan berawal dari rasa tidak puas terhadap pengelolaan latihan fisik di markas tim. Sejumlah pemain inti menilai intensitas sesi latihan terlalu tinggi hingga memicu kelelahan dan cedera.
Protes pemain melebar ke soal taktik
Dalam pertemuan krisis, Valverde bersama empat pemain kunci meminta dialog langsung dengan Bielsa. Mereka mempertanyakan pendekatan latihan sekaligus menyoroti beban fisik yang dianggap terlalu berat.
Persoalan kemudian bergeser dari latihan ke persiapan pertandingan. Kelompok pemain itu juga menyampaikan keraguan atas strategi taktis yang disiapkan untuk menghadapi Spanyol.
Bielsa merespons kritik tersebut dengan pidato selama 45 menit. Ia menegaskan filosofi bermainnya tidak bisa diganggu gugat, tetapi sikap itu justru membuat suasana semakin tegang.
Araujo walkout dan mengeluh terbuka
Beberapa pemain akhirnya memilih meninggalkan ruang rapat lebih awal. Ronald Araujo, bek tengah FC Barcelona, menjadi salah satu yang meluapkan kemarahan secara terbuka sebelum walkout.
Araujo kemudian melontarkan komentar singkat yang memperlihatkan kekecewaannya. Ia mengatakan, “Semoga kita lolos ke babak berikutnya, tapi ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi.”
Ucapan itu memperkuat gambaran bahwa masalah di ruang ganti Uruguay sudah jauh melampaui ketegangan biasa. Konflik antara pemain dan pelatih kini berpotensi mengganggu fokus tim pada laga yang sangat menentukan.
Dukungan publik ikut terbelah
Kabar keretakan internal tersebut segera memicu perdebatan di kalangan pendukung Uruguay. Sebagian besar suporter justru membela Bielsa dan menyoroti media lokal lewat media sosial.
Mereka menilai pemberitaan di dalam negeri sengaja memperkeruh suasana menjelang duel hidup-mati melawan Spanyol. Di sisi lain, kekhawatiran tetap muncul bahwa polemik ini bisa menurunkan konsentrasi tim saat tekanan sedang tinggi.
Uruguay kini bukan hanya menghadapi lawan yang kuat, tetapi juga ujian untuk meredam konflik internal. Laga melawan Spanyol akan menjadi penentu apakah Bielsa dan para pemainnya mampu menutup retakan itu tepat waktu.







