Mesir memastikan langkah ke babak 32 besar setelah laga menegangkan melawan Iran berakhir 1-1. Hasil itu tercipta setelah gol Iran pada menit ke-90+4 dianulir wasit Szymon Marciniak lewat tinjauan VAR.
Keputusan tersebut menjadi momen paling menentukan dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 itu. Iran sempat merayakan gol Shoja Khalilzadeh dari bola muntah di depan gawang, tetapi selebrasi itu tidak bertahan lama karena wasit menilai ada posisi offside dalam proses serangan.
Mesir memulai dengan cepat
Mesir membuka pertandingan dengan sangat baik saat laga baru berjalan lima menit. Mahmoud Saber memanfaatkan bola liar hasil umpan silang Mohamed Salah yang gagal diamankan lini belakang Iran untuk mencetak gol pembuka.
Keunggulan dini itu membuat laga berlangsung terbuka sejak awal. Iran kemudian merespons dengan agresif dan memperoleh peluang besar pada menit ke-10 setelah Mohamed Abdelmonem melakukan pelanggaran keras di dalam kotak penalti.
Mehdi Taremi maju sebagai eksekutor, tetapi Oufa Shobeir tampil sigap. Kiper Mesir itu membaca arah bola dengan tepat dan menggagalkan penalti penting yang menjaga timnya tetap unggul.
Iran bangkit dan menyamakan skor
Setelah gagal memanfaatkan penalti, Iran justru menemukan momentum untuk menekan balik. Ramin Rezaeian melepaskan tembakan dari sudut sempit yang terlihat sulit, namun bola meluncur masuk ke gawang Mesir dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol itu membuat intensitas permainan meningkat. Iran lalu tampil lebih dominan dalam penguasaan bola, terutama ketika pertandingan memasuki fase akhir dan tekanan terhadap pertahanan Mesir semakin besar.
Mesir kehilangan Salah di babak kedua
Di babak kedua, Hossam Hassan mencoba mengubah ritme permainan dengan memasukkan Omar Marmoush dan Marwan Attia. Mesir sempat mengancam melalui Trezeguet pada menit ke-50, tetapi Alireza Beiranvand berhasil menutup ruang tembak dengan baik.
Situasi Mesir menjadi lebih sulit ketika Mohamed Salah harus ditarik keluar pada menit ke-57 karena cedera. Kehilangan kapten membuat serangan Mesir tidak lagi seefektif sebelumnya, sementara Iran terus mengurung pertahanan lawan.
Meski begitu, Mesir masih mampu bertahan hingga memasuki masa tambahan waktu. Ketegangan pun meningkat karena kedua tim sama-sama masih punya peluang menentukan hasil akhir pertandingan.
VAR menggagalkan kemenangan Iran
Drama terbesar hadir pada menit ke-90+4 ketika Shoja Khalilzadeh mencetak gol dari bola liar di depan gawang. Pemain Iran langsung merayakan gol yang tampak akan memberi kemenangan 2-1 bagi Team Melli.
Namun, Marciniak segera menghentikan permainan dan berkonsultasi dengan ruang VAR. Setelah peninjauan, gol itu dibatalkan karena Khalilzadeh berada dalam posisi offside pada proses serangan.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Iran. Khalilzadeh bahkan menerima kartu kuning akibat reaksinya terhadap keputusan wasit.
Peluang terakhir Iran juga gagal
Iran masih mendapatkan kesempatan emas pada menit ke-90+8. Saeid Ezatolahi memenangkan duel udara di kotak penalti, tetapi sundulannya hanya membentur mistar gawang.
Skor 1-1 bertahan sampai laga selesai, dan hasil itu memastikan Mesir aman melaju ke 32 besar. Sementara itu, Iran masih harus menunggu hasil dari tiga pertandingan lain untuk mengetahui nasib mereka di turnamen.
Source: www.beritasatu.com






