Gempa beruntun yang mengguncang Venezuela memicu kepanikan besar di Caracas, terutama setelah sejumlah bangunan dilaporkan runtuh dan listrik padam di beberapa titik. Kesaksian warga menggambarkan situasi yang gelap, kacau, dan membuat banyak orang sulit menyelamatkan diri.
Salah satu saksi, Manuel Guevara Baro, menyebut guncangan kali ini terasa lebih mengerikan dibanding gempa Caracas 1967. Ia menegaskan bahwa pengalaman hari itu menjadi yang paling kuat sepanjang hidupnya.
Guncangan yang membuat tubuh sulit bergerak
Baro tinggal di lantai 9 sebuah gedung di kawasan Los Palos Grandes. Saat gempa kembar terjadi, ia sedang membaca buku dan tidak sempat meraih apa pun untuk berpegangan ketika getaran menghantam bangunan.
Ia menggambarkan tubuhnya nyaris tak bisa bergerak karena guncangan terasa sangat kuat. Setelah getaran mulai mereda, ia memakai sepatu dan turun lewat tangga darurat bersama para tetangga.
Situasi di dalam gedung kemudian makin sulit karena listrik padam total. Pada saat yang sama, air mengucur deras dari pipa-pipa yang pecah dan membuat lorong semakin sulit dilalui.
Kepanikan meluas ke jalanan
Setelah berhasil keluar, Baro melihat suasana di sekitar lokasi berubah menjadi penuh ketakutan. Banyak warga menangis dan mengalami histeria, sementara jalanan dipenuhi kepanikan massal.
Menurut kesaksiannya, sedikitnya dua bangunan runtuh total di lingkungannya. Sejumlah gedung lain juga mengalami kerusakan berat akibat guncangan yang datang beruntun.
Dibandingkan dengan gempa 1967
Gempa Caracas 1967 tercatat berkekuatan magnitudo 6,3 dan menimbulkan kerusakan luas. Data Yayasan Penyelidikan Seismik Venezuela menyebut lebih dari 200 orang tewas dan 2.000 lainnya terluka dalam peristiwa itu.
Baro membandingkan keduanya secara langsung dan menilai gempa kali ini jauh lebih horor daripada bencana yang selama ini menjadi salah satu catatan kelam kota tersebut. Ia juga mengatakan belum pernah merasakan guncangan sekuat itu sepanjang hidupnya.
Ancaman lanjutan setelah gempa
Penjabat Presiden Delcy Rodríguez telah mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam pidato nasionalnya. Namun, jumlah resmi korban belum diumumkan secara lengkap.
Dari sisi teknis, gempa kuat di wilayah padat penduduk tidak hanya memicu runtuhnya bangunan. Ahli seismologi Caltech, Dr. Lucy Jones, mengingatkan bahwa pipa gas yang putus dan kerusakan listrik bisa memicu kebakaran besar.
Jones juga menyoroti bahwa pecahnya saluran air utama sering menyulitkan petugas pemadam untuk menangani api. Dalam situasi seperti ini, kerusakan fisik dan dampak ekonomi dapat membesar dengan cepat, terutama saat infrastruktur kota ikut terguncang.
Kesaksian Baro menunjukkan bahwa ancaman gempa di Caracas bukan hanya pada kekuatan getarannya, tetapi juga pada dampak beruntun yang menyertainya. Runtuhnya bangunan, padamnya listrik, pecahnya saluran air, dan kepanikan warga membuat detik-detik penyelamatan diri terasa semakin mencekam.
