Vinicius Mengamuk di Atlanta, Brasil Kunci Juara Grup C dengan Tiga Gol

Author: Redaksi Android62

Brasil memastikan diri finis sebagai juara Grup C setelah menundukkan Skotlandia 3-0 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat. Hasil itu membuat Selecao mengoleksi tujuh poin dari tiga laga dan unggul selisih gol atas Maroko yang juga meraih tujuh poin.

Kemenangan tersebut juga menegaskan langkah Brasil ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan modal permainan yang rapi sejak menit awal. Di sisi lain, Skotlandia harus puas berada di posisi ketiga dengan tiga poin dan masih menunggu peluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik.

Vinicius Junior membuka jalan kemenangan

Brasil langsung menekan begitu laga dimulai dan memanfaatkan kelengahan lini belakang Skotlandia pada menit ketujuh. Vinicius Junior bergerak cepat menyambar bola dan menaklukkan Angus Gunn dari jarak dekat untuk membawa Brasil unggul 1-0.

Gol cepat itu membuat permainan Brasil semakin leluasa dikendalikan. Skotlandia sempat terguncang dan kesulitan membangun serangan yang terorganisasi pada fase awal pertandingan.

Vinicius sempat kembali mencetak gol pada menit ke-22 setelah memanfaatkan kesalahan lawan. Namun, wasit menganulirnya setelah meninjau VAR dan menyatakan ada pelanggaran dalam proses serangan.

Bruno Guimaraes menjadi penghubung utama serangan

Meski gol kedua Vinicius dibatalkan, Brasil tidak mengendurkan tekanan dan tetap mencari celah dari sisi sayap. Menjelang turun minum, Bruno Guimaraes mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Vinicius pada menit ke-45+3.

Bola mengarah ke sisi kiri gawang dan tak mampu dijangkau Gunn. Gol itu memperlihatkan efektivitas Brasil dalam memaksimalkan umpan silang dan menjadi penegas dominasi mereka di babak pertama.

Beberapa menit kemudian, Rayan hampir menambah keunggulan Brasil. Namun, Gunn masih mampu melakukan penyelamatan penting sebelum jeda.

Matheus Cunha menutup pesta gol Selecao

Skotlandia mencoba lebih berani menyerang setelah turun minum, tetapi justru membuka ruang bagi Brasil untuk melancarkan serangan balik. Pada menit ke-60, Bruno Guimaraes kembali berperan besar lewat umpan matang kepada Matheus Cunha di dalam kotak penalti.

Cunha menyelesaikannya dengan tembakan sentuhan pertama yang bersarang di sudut kanan bawah gawang. Gol itu mengubah skor menjadi 3-0 dan praktis mengunci hasil pertandingan untuk Brasil.

Carlo Ancelotti kemudian melakukan rotasi guna menjaga intensitas permainan timnya. Neymar juga masuk pada menit ke-76 untuk menambah variasi serangan Brasil di lini depan.

Alisson memastikan gawang Brasil tetap bersih

Meski tertinggal jauh, Skotlandia tetap mencari peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Scott McTominay menjadi ancaman paling serius bagi pertahanan Brasil pada babak kedua.

Alisson Becker tampil sigap di bawah mistar dengan menggagalkan sundulan McTominay pada menit ke-64. Ia juga melakukan penyelamatan krusial pada masa injury time untuk menjaga clean sheet hingga laga berakhir.

Brasil menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan tanpa kebobolan. Selain hasil yang memantapkan posisi di puncak klasemen, laga ini juga memperlihatkan keseimbangan tim antara agresivitas serangan dan disiplin bertahan.

Susunan pemain yang digunakan

Brasil Skotlandia
Alisson, Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos, Casemiro, Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta, Rayan, Matheus Cunha, Vinicius Junior Angus Gunn, Scott McTominay, formasi 4-4-1-1

Brasil tampil dengan formasi 4-3-3 dan mengandalkan keseimbangan antarlini untuk menekan sejak awal. Skotlandia memakai 4-4-1-1, tetapi kesulitan keluar dari tekanan dan gagal membendung dominasi Selecao sepanjang pertandingan.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru