Vonis 41 Bulan Untuk Asisten Matthew Perry, Rantai Ketamin Yang Berujung Kematian

Kenneth Iwamasa, mantan asisten pribadi Matthew Perry, dijatuhi hukuman 41 bulan penjara federal setelah pengadilan menilai perannya ikut menyeret sang aktor pada rangkaian ketamin yang berujung maut. Selain penjara, pria berusia 61 tahun itu juga harus membayar denda $10.000 atau sekitar Rp178 juta.

Vonis ini menutup satu lagi bab dalam perkara yang berkaitan dengan kematian bintang Friends tersebut pada Oktober 2023. Pengadilan California menyebut tindakan Iwamasa ikut menghasilkan dosis fatal yang menewaskan Perry.

Dari pengurus rumah tangga menjadi orang yang mengatur obat

Dokumen pengadilan menyebut Iwamasa sudah mengenal Perry sejak 1992. Pada 2022, ia mulai bekerja sebagai asisten pribadi yang tinggal serumah dengan Perry dan menerima bayaran $150.000 atau sekitar Rp2,6 miliar per tahun.

Dalam posisinya itu, Iwamasa seharusnya mengoordinasikan perawatan medis Perry dan memastikan sang aktor minum obat yang diresepkan dokter. Namun jaksa menilai ia justru berubah fungsi menjadi pihak yang memfasilitasi dan memasok obat-obatan untuk Perry.

Rantai ketamin yang makin mengerucut

Keterlibatan Iwamasa tidak berdiri sendiri. Sejak September 2023 hingga Perry meninggal pada 28 Oktober 2023, ia bekerja dengan beberapa orang untuk mendapatkan ketamin bagi sang aktor.

Nama yang muncul dalam perkara ini antara lain dokter Salvador Plasencia, konselor kecanduan narkoba Erik Fleming, dan pemasok Jasveen Sangha yang dijuluki “Ketamine Queen”. Plasencia disebut memasok 20 vial ketamin, sejumlah tablet, dan jarum suntik kepada Iwamasa dan Perry.

Dokumen pengadilan juga menyebut Plasencia mengajari Iwamasa cara menyuntikkan ketamin kepada Perry. Untuk layanan itu, Plasencia mematok total $57.000 atau sekitar Rp1 miliar, jauh di atas harga pasaran ketamin yang saat itu disebut hanya sekitar $15 atau Rp267 ribu per vial.

Suntikan yang membuat Perry tak bisa bergerak

Dalam salah satu kejadian, Iwamasa melihat langsung Plasencia menyuntik Perry dengan dosis tinggi. Setelah itu, Perry dilaporkan mendadak kaku dan tidak mampu bergerak maupun berbicara.

Pada Oktober 2023, Iwamasa juga membeli 51 vial ketamin dari Fleming dalam rentang 11 hari. Fleming sendiri memperoleh pasokan ketamin dari Sangha di North Hollywood.

Menjelang kematian Perry, Iwamasa berulang kali menyuntikkan ketamin milik Sangha kepada sang aktor. Pengadilan menyebut ia melihat ketergantungan Perry terhadap ketamin semakin parah selama periode itu.

Detik-detik terakhir sebelum kematian

Dalam catatan pengadilan, Iwamasa menemukan Perry tidak sadarkan diri setidaknya dalam dua kesempatan. Ia juga menyaksikan reaksi fatal langsung setelah penyuntikan, saat Perry kembali menjadi kaku dan tidak bisa bicara atau bergerak.

Pada 28 Oktober 2023, Iwamasa menyuntik Perry dengan sedikitnya tiga dosis ketamin milik Sangha. Dosis inilah yang kemudian disebut menyebabkan kematian sang aktor.

Upaya menutupi jejak setelah 911 dipanggil

Setelah Perry meninggal dan layanan darurat 911 dipanggil ke kediamannya, polisi Los Angeles menginterogasi Iwamasa. Saat ditanya obat yang dikonsumsi Perry, ia hanya memberi daftar dokter dan obat resmi yang diresepkan, tanpa memasukkan ketamin.

Ia juga memberi urutan kejadian yang menutupi fakta bahwa dirinya telah menyuntik Perry, termasuk suntikan ketiga yang dilakukan hanya beberapa jam sebelum Perry dinyatakan meninggal. Dokumen pengadilan menyebut Iwamasa kemudian membuang botol ketamin dan jarum suntik, lalu menghubungi Fleming untuk mengatakan bahwa ia telah “menghapus dan membersihkan semuanya.”

Iwamasa mengaku bersalah pada Agustus 2024 atas satu dakwaan konspirasi pengedaran ketamin yang mengakibatkan kematian dan cedera fisik parah. Vonis 41 bulan penjara terhadapnya melengkapi rangkaian hukuman bagi para terdakwa lain dalam kasus yang sama.

Sangha, Plasencia, dan Fleming juga telah menerima hukuman penjara federal setelah mengaku bersalah atas dakwaan narkotika tingkat federal. Mantan dokter asal San Diego, Mark Chavez, turut dijatuhi hukuman delapan bulan tahanan rumah, 300 jam kerja sosial, dan tiga tahun masa percobaan setelah mengaku bersalah atas konspirasi pengedaran ketamin.

Source: www.medcom.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer