VPN Meledak di Rusia, Akses WhatsApp dan Telegram Makin Ditekan

Unduhan VPN di Rusia melonjak tajam saat pemerintah makin agresif membatasi akses ke layanan digital asing. Sepanjang Maret, tercatat 9,2 juta unduhan layanan VPN populer di Google Play, jumlah yang disebut 14 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya menurut Kommersant yang dikutip Reuters.

Lonjakan itu menunjukkan semakin banyak warga mencari cara untuk mempertahankan akses ke aplikasi yang dibatasi. Di tengah pengetatan tersebut, WhatsApp milik Meta Platforms dan Telegram ikut menjadi sasaran pembatasan yang memicu pencarian jalur alternatif oleh pengguna.

Pembatasan internet diperluas

Tekanan terhadap ruang digital di Rusia tidak berhenti pada pemblokiran satu atau dua aplikasi. Sejak tahun lalu, dinas keamanan FSB telah memerintahkan perusahaan telekomunikasi mematikan internet seluler selama berhari-hari di berbagai wilayah, dengan alasan drone Ukraina dapat memanfaatkannya untuk navigasi.

Otoritas juga memblokir atau memperlambat koneksi ke daftar aplikasi dan situs web yang terus bertambah. Regulator komunikasi negara Roskomnadzor menyebut platform-platform itu sebagai sarana konten ilegal dan ekstremis.

WhatsApp dan Telegram menuduh Rusia berupaya memaksa pengguna pindah ke aplikasi yang dinilai kurang aman dan diwajibkan pemerintah. Benturan ini memperlihatkan jarak yang semakin lebar antara agenda kontrol digital negara dan kebiasaan warga yang selama ini terbiasa dengan akses daring yang relatif lebih bebas.

Ketidakpuasan publik ikut menguat

Minat terhadap VPN meningkat di saat ketidakpuasan publik melebar. Frustrasi atas pembatasan internet bertemu dengan kenaikan harga, kenaikan pajak, dan kelelahan akibat perang, lalu ikut menekan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Vladimir Putin.

Survei lembaga negara VTsIOM menunjukkan kepuasan terhadap Putin turun dari 75,1% pada Februari menjadi 65,6% pada April. Angka itu disebut sebagai level terendah sejak Rusia melancarkan konflik besar-besaran di Ukraina pada 2022, sementara tingkat kepuasan pemerintah berada di hampir 67%.

Tekanan itu juga terasa di lingkar elite

Pemadaman hampir tiga minggu di Moskow pada Maret membuat sejumlah birokrat senior kesal, karena mereka membutuhkan internet dan Telegram untuk mengumpulkan suara bagi partai penguasa Rusia Bersatu, menurut dua sumber dekat Kremlin dan beberapa analis.

Sarkis Darbinyan, aktivis kebebasan internet Rusia yang berbasis di Lisbon, mengatakan tingkat penerimaan terhadap penggunaan VPN belum pernah setinggi ini. Moskow sendiri telah menetapkan Darbinyan sebagai “agen asing”, istilah yang dipakai untuk orang yang dianggap terlibat dalam aktivitas anti-Rusia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov berulang kali menegaskan bahwa kontrol internet diperlukan ketika Rusia terjebak dalam “bentrokan eksistensial” dengan Barat atas Ukraina. Namun, Putin pada April lalu menginstruksikan pemerintah untuk bertindak lebih lunak karena fokus pada larangan dan pembatasan dinilai kontraproduktif.

Di tengah arah kebijakan yang makin ketat, lonjakan unduhan VPN menjadi salah satu tanda paling jelas bahwa banyak warga Rusia belum mau sepenuhnya menerima kontrol internet yang sedang dibangun Kremlin.

Source: www.cnbcindonesia.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer